Monday, March 7, 2011

Catatan Perjalanan Menulis


Perjalanan
~Tri Lego Indah~
Alhamdulillah, ungkapan puji syukur tiada terhingga dengan nikmat yang Allah berikan kepadaku. kesempatan untuk masih bisa menjalani segala aktivitas untuk menggapai ridhoNya.
Walau sebenarnya aku dulu masih ragu saat pertama kali mengikuti event perlombaan menulis. Aku masih sangat ingat, event yang pertama kali ku ikuti adalah audisi penulis “lagu opick inspirasiku” yang diadakan oleh Leutika Publisher.
Tepatnya November 2010. Iya, aku mendapat infonya dari catatan facebook seorang sahabat yang telah berbaik hati menjadikanku bagian dari tag notenya.
Jujur, dulu aku tertarik mengikuti event itu karena bukan mengincar hadiah atau menjadi pemenang. Aku hanya ingin sertifikat, yang katanya dipengumuman tersebut seluruh peserta akan mendapat sertifikat. Hmm meski akhirnya tak seperti pengumuman lombanya, tak ada sertifikat bagi peserta. Ya sudah tak apa. Aku cukup senang karena namaku sudah ikut berjajar di deretan para peserta lomba. Hanya peserta!, hehe. Tapi aku sudah bahagia. Dan nyatanya memang aku tidak menang, maklum baru pemanasan awal.
Dari event itu aku mulai mengenal Leutika, mengenal banyak sahabat dan akhirnya menemukan “keluarga” yang mau menerimaku apa adanya. Saling mensuport satu sama lain jika mengikuti lomba kepenulisaan ini itu. Dan tentu saja aku yang paling keteteran dan jarang mengikuti lomba. Dalam satu bulan mungkin maksimal aku mengirim tiga buah naskah untuk diikut sertakan lomba. ^^


Tapi tidak dengan sahabat-sahabatku. Mereka sangat pandai membagi waktu dan mengurai kalimat, membuat sebentuk naskah nan indah. Wajar saja mereka keseringan “nongkrong” dijajaran para Jawara. Ya, karena mereka memang sudah matang dalam dunia tulis menulis.
Sebut saja Mieny Angel, Fauziah Harsyah, Yully Riswati , mereka bertiga keluarga kecilku yang jarang sekali absent sebagai peserta dan juga jawara. Aku salud sekali dengan mereka. Bahkan ketiganya kini sudah memiliki buku antologi lebih dari 5 buku. Subhanalloh...
Dan Januari 2011 semangatmu perlahan mulai tumbuh. Aku mengenal salah satu layanan Leutika, sebuah komunitas baca tulis Leutika bernama LRS (Leutika Reading Society). Dari sanalah aku mengenal mb Melati Permana , Rurin Kurniati, Evi Andriani  dan Iksank Bangsawan. Mereka semua para penggiat literasi yang menularkan semangatnya kepadaku. Hingga akhirnya aku memberanikan diri mendaftar sebagai koordinator LRS Chapter Lampung
Sambil menunggu konfirmasi, maka di awal 2011 tepatnya 1 January 2011 adalah hari yang selalu ku ingat dan sangat membuatku bahagia. Itulah saat- saat aku kopdar_kopidarat _ dengan teman-teman yang sama gilanya mencintai tulis menulis. Mb Naqiyyah Syam  dengan segudang prestasi penulisan dan deretan buku antologi miliknya, mb Yazmin Aisyah dengan banyaknya lolos event lomba, begitupun mb Dila Saktika Negara,yang kini sudah memiliki 3 buku antologi, dan adikku yang sangat manis yang karyanya juga sudah dibukukan di Selaksa Makna Cinta dia adalah Sedamai  Lazuardi. Sejak kopdar itulah semangatku kembali menggelora. Dan kini aku menemukan teman-teman yang bisa benar-benar sejiwa denganku.
Mulailah aku menjadi pemburu lomba sejak Januari hingga sekarang. Dari lima belas event lomba yang ku ikuti, alhamdulillah beberapa sempat masuk nominasi dan yang gagalpun lebih banyak daripada yang lolos. Tapi aku tetap bersemangat.
Alhamdulillah, kini aku sudah mempunyai dua antologi. E-Love Story #19 menjadi antologi pertamaku, dan Ibuku Adalah menjadi antologi keduaku. Insyaallah akan menyusul antologi-antologi lainnya, seperti Antologi Kasih, Antologi Surat Cinta Untuk Rosulullah, Antologi Serba Serbi UN, Antologi Curcol Cinta, Antologi Surat Untuk Jodohku, Antologi Inspirasiku Menulis, dan antologi-antologi lainnya.
Kini beberapa naskah sudah dalam tahap penilaian. Cerpen memperbaiki Indonesia dari 50 naskah alhamdulillah sudah ikut tersaring menjadi 15 besar. Mujahid Muda MuMu  Mujahid Muda Writing Contest alhamdulillah menjadi salah satu kontestan terfavorit, Kisahku Inspirasimu alhamdulillah menjadi pemenang sayembara.
Semoga aku tidak lengah, tidak ujub dan tetap senantiasa untuk belajar dan berproses. Semoga kelak aku bisa membuat suatu buku solo yang bisa ku persembahkan untuk orang-orang yang selama ini mensupportku.

Di kamar sunyi senyap, asrama al Barokah, 07 Maret 2011

Tuesday, February 22, 2011

ANTOLOGI KASIH LOLOS TAHAP 2

ANTOLOGI KASIH LOLOS TAHAP 2
by Sahabat Akhi Dirman Al-Amin on Saturday, February 19, 2011 at 11:48pm


1. yanti Prasetyo - Kesempatan yang tersisa
2. Rika Jh - Kamerad jiwa
3. Arien - kekuatan ikrar
4. Khusnul Khotimah - selalu ada cinta untukmu
5. dila saktika - betapa sulit katakan cinta
6. tri lego - cerita yang kau tinggalkan
7. armi s leanis - surat untuk adikku
8. aslul khitan - dokter cepat tanggap
9. irzi gunawan - nyi tanyem dan sebungkus kacang kulit
10. karin maulana - dawai biola si nenek tua
11. oksa puko yuza - aku ingin menjadi dirimu
12. ragil papa aira - runtuhnya satu tiang rumah kami
13. wahyu desy - surat untuk bang andi
14. NO NAME - hadiah
15. Mulla Kemalawaty - Indahnya kasih syg di negeri sakura
16. Eka Putri Hapsari - kenangan tentang dede
17. Dito Anugoro - Bahasa Cinta
18. Indira Margareta - Rumah Mungil, Hadirkan Sebuah Kasih
19. Gardina Wiryo - Sisa Cinta Untuk Papa
20. Sarah El Zohrah - Kelapangan Hati
21. Ami Susiani - Sebuah Persembahan hati
22. N Dhira - Ujung Cinta Ibu
23. Nessa Kartika - Aku Menulis Untuk Anakku
24. Rafif Amir - Lelaki paling dirindu
25. Rykalolita - Desember, sebelum oktober
26. Shabrinaws - Pita Kuning di hari lebarn
27. Linda Nurhayati - Cinta Tak Terbatas Waktu
28. Ega dhien - Kanvas Takdir

Sunday, February 20, 2011

Pertemuan Offline Bersama Calons Mujahid Pena Lampung

____Pertemuan Offline Bersama Calons Mujahid Pena Lampung ____


Pukul tiga belas lebih lima belas menit waktu yang ditunjukkan di handphone saya akhirnya membawa saya tiba di halaman Perpustakaan Universitas Lampung. Rasa takjub ketika pandangan saya menyebar di kerumunan anak manusia yang tengah asyik bercengkrama di halaman perpus. Di sana telah ramai oleh sekumpulan “kunang-kunang” yang duduk melingkar dan terduduk secara terpisah. Dari sisi kiri tampak rombongan para lelaki dan sayap sebelah kanan ramai oleh para kaum hawa. Mereka adalah calon mujahid-mujahidah pena yang akan bersama berkomitmen ikut mencerahkan dunia melalui tulisan.

Pukul tiga belas lebih tiga puluh menit akhirnya acara inti dimulai oleh sang moderator. Acara berlangsung khusyuk hingga pembacaan selayang pandang mengenai FLP rampung dibacakan. Antusiasme para calon anggota muda begitu kental terasa ketika sampai pada sesi tanya jawab. Berbagai argumen dan pertanyaan dari para calon anggota muda semakin menambah suasana menjadi lebih hangat. Terlebih dengan jawaban-jawaban para pengurus yang acapkali diselingi dengan “guyonan” segar untuk mencairkan suasana. Buku Ode Buat Saudaraku, Antologi puisi hasil karya Flpers wilayah Lampung yang menjadi doorprise di akhir acara semakin memicu semangat para anggota muda.
Sebelum kegiatan ditutup, diadakan pembacaan pembagian kelompok untuk melanjutkan tahap recruitment berupa sesi wawancara. Dengan dimaksudkan ba’da wawancara akan mudah untuk mengkelaskan para anggota muda di kelas menulis yang sesuai dengan kecenderungan masing-masing anggota muda.
Semoga ke depan dengan bergabungnya para”kunang-kunang” di rumah bernama FLP Wilayah Lampung akan semakin menggairahkan dunia literasi di Lampung. (TriLego)



Iseng untuk nulis, hehe
Minggu, 20 Februari 2011
At 7.00 pm

Saturday, February 12, 2011

Karyaku bersama temans

Alhamdulillah, dua tulisanku sudah lahir....
Dalam 2 antologi bersama teman2...

1. Antologi Kisah Kasih Ibu

ANTOLOGI KISAH KASIH IBU: IBUKU ADALAH... akan menjadi buku yg sangat bagus, karena content dan susunannya tidak membosankan. bervariasi, dan tidak monoton. Bahkan ada fotonya yang bikin menarik hati, dan tentunya buku tersebut akan menjadi kado istimewa untuk ibunda tercinta...
Buku ini akhirnya ditulis oleh 37 orang penulis, yang masing-masing menceritakan kisah nyata tentang suka, duka juga nestapa perjalanan hidup seorang wanita bergelar Ibu, dan wanita itu adalah Ibu kandung sendiri.

Melalui buku ini juga, kita akan diajak untuk memahami dan menghayati tentang bagaimana peran sosok seorang Ibu dalam memperjuangkan kehidupan keluarganya

37 Penulis itu adalah:
1. Ibuku Adalah Perempuan Tertangguh, Anita Ba’daturohman
2. Ibuku Adalah Batas Logikaku, Mutaminah Sang Penulis
3. Ibuku Adalah Buku Kehidupan, Endang Ssn
4. Ibuku Adalah Sumber Pengampunan, Mytha Nugroho
5. Cawan Cinta Yang Tak Habis Kureguk, Fitri Gita Cinta
6. Ibuku Adalah Surga Bagi Keluarga, Eric Shandy Admadinata
7. Ibuku Adalah Permata Jiwaku, Asni A Sueb Aan
8. Ibuku Adalah Nafas Hidupku, Mieny Angel
9. Ibuku Adalah….She’s My Real Hero, Karin Maulana
10. Selembar Surat Untuk Ibu (Happy Mother Day), Inggar Saputra
11. Bait-Bait Curahan Hati Untuk Ibu, Visya Blue
12. Ibuku Perempuan Yang Kupanggil Mamak, Dwi Endah Septyani
13. Ibuku Adalah Segalanya, Mas Adi
14. Ibuku Adalah Bidadari Surga, Yully Riswati
15. Ibuku Adalah Bintang Hidupku, Vera Yudita
16. Ibuku Adalah Sosok Tangguh Nan Bersahaja, Tri Lego Indah
17. Ibuku Adalah Setiap Tarikan Nafasku, Sanchia Yorftberth
18. Ibuku Adalah Pembagi Cinta, Rossy Meilani
19. Ibuku Adalah... Dia Tak Terdefinisikan, Robin Wijaya
20. Ibuku Adalah Pembelajar Kehidupan Ulung, Phoenix Wibowo
21. Ibu Adalah Segalanya, Nessa Kartika
22. Ibuku Adalah Mamak Super Tangguh, Lin Lanisa Jingga
23. Ibuku Selalu Dihati Dan Dinanti, Kiki Masduki
24. Ibuku Adalah Kunci Surgaku, Hendy Lazuardy Hg
25. Ibu Adalah Super Heroku, Ragil Kuning
26. Ibuku Adalah Pengukir Sejarah Terhebat, Fauziah Harsyah
27. Cukup, Ibuku Adalah Bumi Bagiku, Dyah InsyaAllah Bisa
28. Ibuku Adalah Pelita Hidupku, Deva Del Amor
29. Pencipta Kacang Telur “Ridho”, Mohammad Rasyid Ridho
30. Ibuku Adalah Kerinduan Yang Tak Terbatas, Eros Rosita
31. Ibuku Adalah Bidadariku, Oksa Puko Yuza
32. Ibuku Adalah Segalanya Bagi Hidupku, Fernando
33. Sms Dari Anak-Anak Ibuku, Annas Tupank
34. Ibuku Adalah Irreplaceable Mom, Mega Anindyawati
35. Aku Mencintaimu Lebih dari yang Kutahu, Fiyan Arjun
36. Tentang Cap Jempol Ummi , Dang Aji
37. Senyum Cinta Perempuan Hebat dalam Hidupku, Jazim Naira Chand

*Buku Antologi Kisah Kasih Ibu ini kupersembahkan spesial untuk mamakqu tercinta ^_^

2. E-Love Story

Alhamdulillah, tulisanku juga ikut dibukukan oleh nulisbuku.com dalam
Buku E-LoveStory #19
1. Rama dan Cinta, Arien
2. Valentine berkulit gelap itu RINDU, Dieqy Hasbi Widhana
3. Bertemu My True Love Lewat Facebook, Tri Lego Indah F N
4. Perfect World, Apendi
5. Pemetik Bulu Mata @fiksimini Twitter, Muh. Husen Arifin
6. Jurnal Tentang Dia, Nian Kartika Sari
7. Percakapan di atas Vespa, Sinatrya Mayapada
8. Goodbye and Hello, Emilia Natarina
9. Kado Cinta Buat Eyang, Nelfi Syafrina
10. Cinta Alff Dii Flay, Fitrah Abdul Quddus
11. Oh, My Valentine Day, Rugyinsun
12. Love Means, Jaumil Aurora
13. Biru, Mentari Meida Rahmalah
14. Neli - Cicak, Natalie Putri Febrianto
15. Piala Sebuah Keberanian, Ambar Tisnawati
http://www.nulisbuku.com/blogs/2011/02/daftar-36-buku-e-lovestory

Semoga semakin membuatku semangat untuk terus menulis....
^_*

Thursday, December 30, 2010

catatan ku untuk bapak ku tersayang

27 Desember, aku sangat ingat ini tanggal kelahiran bapak. Usia bapak sekarang sudah 56 tahun, sudah setengah abad lebih usiamu pak, tap semangatmu untuk tetap bisa bertahan tak pernah menua seiring usiamu yang memang tak lagi muda.

Kendati Alloh memberi coba kepada keluarga kita selama 10 tahun ini tapi bapak masih bisa bertahan, anakmu ini sangat salud dengan semangatmu Pak. Walaupun mallpraktek yang dilakoni dokter tak propesional itu yang membuat bapak hanya bisa melakukan segala aktivitas diranjang tidur, tapi bapak terlihat sehat-sehat saja. Karena aku tahu pak, bapak bukan orang yang lemah.

Masih lekat dalam ingatku pak, dahulu ketika bapak masih sehat dan kala itu aku masih kelas tiga SD,bapak setiap minggu selalu membawakan puluhan buku untukku. Bapak memang paling tahu kesukaanku. Selalu saja aku keranjingan membaca buku-buku yang bapak bawa, bahkan sampai aku betah seharian menghabiskan puluhan buku itu di kamar. Sampai-sampai bapak menghantar makan siang ke kamarku, karena khawatir aku sampai lupa makan. ^_^.

Bapak , engkau ayah yang sangat perhatian padaku. Dan aku sangat bangga memiliki Ayah sepertimu pak. Masih ku ingat, ketika ulang tahunku, diam-diam bapak membuatkanku lemari kaca yang bapak buat sendiri untuk tempat aku menyimpan buku-buku hasil koleksiku dan juga pemberianmu. Aku benr-benar terharu pak.

Bapak juga ayah yang sangat disiplin, terutama shalat lima waktu. Walaupun kondisi bapak seperti itu, tak pernah aku menjumpai bapak tak tepat waktu. Bapak selalu memintakan aku untuk mentayamumkan bapak sebelum adzan menggema. Kadang aku yang sehat fisik lahir batin, tak tepat waktu menjalankan kewajiban lima waktu itu. Bapak memberi teguran lembut kepadaku dengan laku bapak yang justru membuka kesadaranku...

Segala alternatif pengobatan, saran sanak family, tetangga dan rekan untuk berobat kesana kemari membuat kita harus berpisah selama 4tahun. Masih aku ingat pak, setiap hari aku tidur tak nyenyak, memikirkan bagaimana kondisi bapak yang dibawa kesana kemari. Apalagi jaman dahulu gak ada hape apalagi fesbuk. Komunikasi kita menjadi sangat terbatas. Bayang bapak selalu menggelayut di alam fikirku pak, setiap kali aku teringat bapak. Kalaupun aku hendak tidur, aku selalu tak melepaskan kain sarung usang yang biasa bapak pakai, baru aku bisa tidur pak. Mungkin memang banyak yang bilang aku anak bapak, memang kenyataannya seperti itu.

Bapak....
Ketika pengobatan sana sini yang sudah kau lakoni tak jua membuahkan hasil, bapak memutuskan agar mamak menyetujui untuk bapak melakoni pengobatan di rumah saja. Aku terhenyak ketika bapak berujar ; nduk, bapak pasrahkan semua ke Allah dan terus berikhtiar dengan apa2 terjadi dengan diri bapak ini , karena insya Allah bapak percaya ini ujian untuk meninggikan derajat kesholehan dan ketakwaan bapak. Subhanalloh pak, ketika kami semua sudah mulai dilanda keputus asaan bapak kembali membangkitkan semangat kami untuk mendukung kesembuhan bapak.

Kini, dengan semangat bapak, perlahan bapak bisa menjadikan segala ketidak mungkinan yang ditutur oleh dokter berbalik menjadi mungkin. Bapak memang sosok yang tak mau menyerah. Perlahan bapak sudah bisa duduk dan berjalan dibantu dengan memakai tongkat. Aku sangat takjub dengan kegigihan bapak. Aku sangat bangga memiliki ayah sepertimu pak. Semangat, kedisiplinan dan perhatian yang bapak berikan untukku memberikan energi positive untukku, untuk selalu semangat menjalani hari-hariku....

Selamat hari lahir pak, semoga Allah memberkahi dan merahmati bapak....
Amin....

Asrama al barokah, 27 desember2010
@2.14am

Sunday, December 26, 2010

Euforia Sepakbola Asia Tenggara

Keberhasilan TIMNAS berlaga dalam final AFF 2010 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Kado terindah yang akan diberikan oleh tim Garuda dipenghujung tahun 2010 kepada Indonesia jika timnas Indonesia memenangi laga final. Ekspresi kegembiraan menggema di seantero nusantara. Masing-masing mengekspresikan kegembiraannya dengan cara yang unik. Semua terbius dalam gegap gempita euforia sepakbola,tak terkecuali para politisi dan tokoh politik .Semua mendadak menjadi para “penggila” bola. Tak ada gap antara kita dengan para pejabat karena kini kita telah satu suara dengan lantang meneriakkan Go Indonesia Go....untuk mendukung para punggawa sepakbola tanah air berlaga di final AFF leg pertama di Bukit Jalil, Kuala Lumpur. ....

Piala AFF menjadi magnet yang sangat kuat bagi Indonesia belakangan ini. Pemberitaan mengenai Piala AFF 2010 hampir merajai seluruh pemberitaan baik di media elektronik, media cetak maupun jejaring sosial seperti twitter maupun facebook. Di pengunggahan berita baik di google maupun yahoo berita mengenai piala AFF menempati urutan teratas. Semua seolah tak mau ketinggalan informasi mengenai berita terupdate tentang piala AFF 2010.

Berita tentang perburuan tiket untuk menyaksikan laga final leg 1 di negeri jiran Malaysia pun menjadi headline dalam pemberitaan di televisi akhir-akhir ini. Semua berharap bisa memberikan dukungan langsung bagi tim Garuda saat berlaga di final leg1 . Kendati harus mengocek saku lebih dalam karena harus membeli tiket yang lumayan mahal dan untuk terbang ke negeri jiran juga memerlukan kocek yang tidak sedikit, tak menghalangi niat para pendukung timnas untuk berangkat. Tak terkecuali para pejabat republik ini, semua berbondong untuk berburu tiket untuk terbang menyaksikan langsung pertandingan final antara TIMNAS Garuda dengan Timnas Malaysia di laga final leg 1 yang akan berlangsung di Bukit Jalil, Kuala Lumpur Malaysia pada hari minggu 26 Desember 2010 esok.

Tak mengurangi semangat nasionalisme yang tinggi dari para pendukung timnas, ekspresi kegembiraan masyarakat dengan masuknya timnas Indonesia sampai ke laga final disampaikan dengan berbagai cara yang sangat unik. Di suatu sekolah dasar, para anak-anak SD bersorai menggelar pertandingan sepakbola di lapangan sekolahnya dengan memerankan tim Indonesia dan tim Malaysia, dengan mencetak 10-0, 10 untuk Indonesia dan 0 untuk Malaysia. Merekapun segera menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan melanjutkan dengan menyanyikan mars Garuda di Dadaku yang seolah kini sudah menjadi soundtrack lagu bagi persepakbolaan tanah air. Lain anak- anak sekolah dasar, lain pula para santri dan pengasuh Pondok pesantren Assyidiqiyah ke¬do¬ya, Jakarta Barat. Mereka pun tak mau ketinggalan, dengan mengundang para Tim Nasional Indonesia dalam gelaran do’a bersama sebelum timnas bertolak menuju Malaysia. Bahkan pejabat negara sekaliber Aburizal Bakrie pun ikut-ikutan latah menjamu para timnas Indonesia sebagai

ekspresi kegembiraan dengan pencapaian yang di raih oleh timnas Garuda hingga melaju ke final.

Euforia sepakbola inipun menjadikan ladang rizki bagi para penjaja souvenir khas tim garuda dan para pedagang kaos timnas. Order pemesanan kaos timnas pun melonjak tajam. Perlengkapan dan serba serbi ala timnas pun ramai diserbu oleh para “penggila” bola. Semua kebanjiran rejeki dengan adanya pesta bola yang menghiruk pikuk semua lapisan masyarakat Indonesia.

Pembicaraan mengenai prediksi final piala AFF pun menggaung dimana-mana, di bis kota, di kantor, di sekolah-sekolah, di kampus, warung-warung kopi, di pasar, di tempat nongkrong, hingga ke gedung dewan yang terhormat sekalipun semua ramai memberikan komentarnya seputar prediksi skor yang akan di cetak oleh timnas di laga final. Tak mau ketinggalan, di situs jejaring sosial facebook dan twitter pun mulai ramai membicarakan hal yang sama. Tebak tebakan seputar perolehan skor pun menjamur disana sini.

Demam sepak bola ini pun membuat tim creative Unsa (group Untuk Sahabat) menggelar event lomba menulis antologi cinta sepak bola, yang lagi-lagi memberikan ruang bagi para penulis untuk mengekspresikan kecintaannya terhadap sepak bola tanah air yang mulai kembali menggeliatkan performa terbaiknya.
Minimnya prestasi yang dicetak oleh timnas sepanjang tahun ini sehingga menjadikan pencapaian timnas garuda mampu melaju ke final piala AFF adalah hal yang sangat patut disyukuri oleh kita semua. Kita semua tentu berharap Firman Utina dan kawan-kawan mampu memenangkan pertandingan putaran final leg 1 dan 2 sehingga dapat meraih piala Suzuki AFF 2010 sebagai pencapaian pertama kalinya Timnas Indonesia membawa pulang Piala AFF.

Prestasi Timnas yang langka ini harusnya menjadi momentum awal untuk membangun dan meningkatkan prestasi para anak bangsa ke depan, lebih-lebih prestasi yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat secara langsung.

Karena itu, euforia yang begitu tinggi ini sangat disayangkan jika berlalu begitu saja tanpa memiliki effect nyata bagi masyarakat. Keberadaan Malaysia sebagai musuh tanding Timnas Indonesia menyiratkan kepada kita bahwa bangsa ini akan cepat bersatu jika memiliki lawan bersama. Sehingga kini saatnya kita memanfaatkan momentum ini dan menjadikan kemiskinan, kebodohan, pengangguran dan korupsi menjadi musuh bersama kita. Euforia sepakbola yang akan segera berakhir harus menjadi etos bagi anak-anak muda kita agar kedepan menuai banyak prestasi untuk negeri ini.
Bandar Lampung, 25 Desember 2010
Asrama Al Barokah @t 07.33pm

Tri Lego Indah Fitrianingsih merupakan mahasiswa semester lima Pendidikan Fisika Universitas Lampung. Semasa SMA pernah menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Propinsi yang kala itu digelar sebagai bagian dari perhelatan akbar mahasiswa se-Indonesia dalam PIMNAS XX (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) yang bertuan rumah di Bandar Lampung. Penulis rajin mengikuti dan menjuarai lomba karya tulis ilmiah remaja tingkat kabupaten, serta menjadi juara 1 pidato remaja masjid. Mulai aktif mengikuti lomba menulis antologi sejak November 2010. Antologi kisah kasih Ibu merupakan debut pertamanya dari karyanya yang dibukukan bersama para penulis lainnya yang kini sedang menjalani proses penggarapan. Penulis kini aktif di organisasi kemahasiswaan kampus yaitu Dewan Perwakilan Mahasiswa tingkat Universitas (DPMU KBM Unila) di komisi advokasi dan perundang-undangan. Penulis dapat disapa via facebook, YM dan twitter melalui email di: me_muslimnegarawan@ymail.com, dapat pula dikunjungi melalui blog di http://legosangcreator.blogspot.com/. No.telp 085279183411 atau 085769957317


*diikut sertakan dalam lomba menulis antologi CSB
info lengkapnya, checkthisout :
http://www.facebook.com/note.php?note_id=490186482527

Ibuku Sosok Tangguh Nan Bersahaja

Ibuku adalah Sosok Tangguh Nan Bersahaja

Jika kita diminta untuk menyebutkan nama 10 orang yang dekat dengan kita, pasti jawaban kita akan sangat beragam, begitu pula saat kita diminta menyebutkan nama 5 orang yang dekat dengan kita, pasti pun jawaban kita akan beragam. Tapi saya sangat yakin dan percaya jika kita diminta untuk menyebutkan satu nama yang sangat kita cintai pastilah kita semua satu suara dan dengan serempak akan menjawab IBU....

Ya, dialah ibu kita, mama, emak, mamak,bunda, umi apapun sebutannya beliau adalah orang yang paling kita cintai. Yang tak pernah mengeluh karena mengandung kita selama 9 bulan 10 hari bisa pula lebih..., selalu memberi kasih sejak kita masih dikandungnya hingga kita dewasa kini...

Ibu, dirimu laksana peneduh jiwa bagi ku, sahabat yang bisa diajak untuk berbagi disaat aku tengah diliputi rasa ketidaknyaman. Engkau bagaikan suplemen bagiku disaat aku mulai lemah. Kau menjadi sumber insiprasi dan obat dikala aku mulai merasa bosan acapkali menghadapi tugas kampus yang menumpuk. Tapi dengan mengingatmu bunda, segala rasa itu sirna. Karena ku tahu, perjuanganmu yang sangat berat hingga kini aku mampu berada disini. Tak lebih dari 5jam kau istirahatkan ragamu untuk sekedar meluruskan otot-otot syarafmu. Saat aku tengah terbuai dalam indahnya mimpi ,kaupun selalu mewajibkan dirimu untuk bermunajat kepada RobbMu. Dinginnya air wudhu justru menambah kesejukan hatimu untuk melangkah memadu kasih bersama RobbMu. Ku tahu bunda, kau selalu doakan aku disetiap qiyamul lailmu, kaupun tak mau meraup sendiri nikmatnya pahala yang kau dapatkan dari sepertiga malammu. Kau bangunkan aku dengan penuh kasih. Walaupun aku terkadang enggan terbangun karena dinginnya udara luar yang aku rasakan, bahkan tak jarang aku tak mengindahkan ajakanmu, justru aku cepat-cepat menarik selimut tebal yang kembali membuaiku dalam mimpi indah. Masya allah...

Saat subuh tiba kau kayuh sepeda tuamu menuju mushala yang jaraknya tak begitu jauh dari rumah tempat kita tinggal. Sekembalinya kau di rumah dengan ligat kau membereskan segala aktivitas rumah tangga yang sangat padat. Kau pun berpacu dengan waktu. Setiap hari pukul tujuh pagi segala aktivitas itu telah usai, kau bersiap-siap untuk berangkat, mengabdikan dirimu sebagai guru es de negeri yang tak jauh dari tempat kita tinggal, lagi-lagi dengan sepeda tua kebanggaanmu. Usai dari mengajar, kau melanjutkan aktivitasmu dengan membuka aktivitas belajar di rumah kita. Semua kau lakukan dengan senang hati, murid-murid yang belajar di rumah pun beragam.mulai dari anak-anak yang memang suka belajar, anak-anak yang agak lola, dan ada pula tunarungu. Maklumlah di tempat kita memang tak ada SLB untuknya, dan tak ada sekolah negeri maupun swasta yang mau menerimanya menjadi siswa. Sehingga kaupun tak keberatan untuk menerimanya ikut belajar bersama di rumah kita. Bukan menjadi sesuatu yang sulit bagimu untuk mengajari mereka. Kau ajari mereka berdasarkan kualifikasi kemampuan masing-masing dari mereka, karena kutahu kau bisa membaca karakter mereka masing-masing sehingga semuanya dapat mengerti apa yang kau ajarkan. Pembelajaran yang bunda lakukan dirumahpun bunda variasikan dengan bermain, bercerita, dan membagi hikmah. Hingga akhirnya jadwal yang seharusnya hanya 2 jam mereka bisa lebih berlama-lama di rumah kita dan terkadang tak mau pulang. Mereka sangat mengidolakanmu bunda.....

Setelah mereka pulang kaupun segera melanjutkan aktivitas selanjutnya. Sabit, karung dan tali telah siap kau bawa bersama sepeda tua kesayanganmu itu. Untuk bersiap melaju ke padang ilalang nan hijau di desa seberang. Barang mendapat sekarung atau sepintal rumput tuk kau berikan pada ternak kita..

Kau memang wanita yang sangat tangguh..., di rumah kau istri yang baik untuk ayah dan ibu teladan bagi kami anak-anakmu, di sekolah kau idola bagi murid-muridmu, di kompleks tempat kita tinggal, kau menjadi rujukan mereka untuk memberi solusi layaknya lulusan pshychologhy...,tapi kau tak sekedar memberi teori bunda...karena ku tahu, kau cukup banyak makan asam garam kehidupan. Kerasnya hidup saat kau masih muda membuatmu kuat hingga usiamu yang semakin senja kini. Keadaan ayah yang tak bisa lagi bekerja karena fisiknya yang sakit sejak dua belas tahun lalu yang memaksamu untuk rangkap jabatan dalam keluarga kita. Menjadi sosok seorang ibu yang lembut nan tangguh juga menjadi kepala keluarga yang mencari nafkah untuk keluarga kita, kau lakoni dengan penuh keikhlasan. Karena ku tahu bunda, yang kau cari adalah ridho sang ilahi....

Bunda.... Kesantunan dan kebersahajaanmu membuat siapapun akan hormat padamu., kau memang tak banyak kata, kau siratkan setiap hikmah melalui tindak lakumu....aku menjadi malu dengan diriku sendiri bunda............begitu cengeng aku dengan sejengkal rutinitasku yang tak lebih dari sekuku dari seabreg aktivitas muliamu....
Bunda satu kalimat yang sangat tepat untuk menggambarkan ketangguhan dirimu
Mom , You’re Really My Struggle Woman
Nanda hanya bisa kirimkan sebait do’a untuk bunda....
Doa Tulusku Untukmu Ibu
Ya Allah.....
Rendahkanlah suaraku bagi ibuku
Perindahlah ucapanku di depan ibu
Lunakkanlah watakku terhadap ibuku
Ya Allah....
Apa saja gangguan yang telah ibuku rasakan
Atas kesusahan yang ibu derita karenaku
Atau hilangnya sesuatu hak ibu karena perbuatanku
Jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa- dosa Ibu
Meningginya kedudukan Ibu
Dan bertambahnya pahala kebaikan Ibuku
Dengan perkenanmu ya Allah...
Berilah ibuku sebaik-baik balasan
Atas didikan ibuku padaku
Dengan pahala yang besar
Atas rasa sayang ibu padaku
Ya Robb
Peliharalah Ibuku dari api neraka
Pertemukan kami semua di syurgamu kelak ya Robb
Amin...........................

Semoga tulisan ini dapat memberi inspirasi bagi kita semua untuk semakin menghargai usaha dan kerja keras ibunda - ibunda kita.

Ditulis di Bandar Lampung, 21 Desember 2010
Asrama Al Barokah @ 7.44pm

Tri Lego Indah Fitria Ningsih lahir di Bandar Lampung 21 tahun silam, pernah menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Propinsi semasa SMA dalam LKIR yang digelar saat PIMNAS XX (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), juga lomba-lomba karya tulis ilmiah tingkat kabupaten. Mulai mengikuti event lomba menulis sejak November 2010. Antologi Kisah Kasih Ibu merupakan debut buku pertamanya bersama penulis-penulis lainnya. Antologi ini ditulisnya untuk dipersembahkan kepada ibunda tercintanya, sosok tangguh nan bersahaja yang semoga dapat memberi inspirasi bagi kita semua. Kini penulis aktif di organisasi kemahasiswaan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas (DPMU KBM Unila) di komisi advokasi dan perundang-undangan. Penulis bisa dihubungi via facebook , YM dan twitter melalui email di : me_muslimnegarawan@ymail.com, Dapat pula dikunjungi di http://legosangcreator.blogspot.com/.

*diikut sertakan dalam lomba menulis event hari ibu group UNSA (Untuk Sahabat)
Insyaallah akan dibukukan dalam antologi Kisah Kasih Ibu ^^

Kaulah Pahlawan Itu

Kaulah Pahlawan Itu

Subhanalloh, hanya rasa takjub yang mampu kuucapkan. Maha Suci engkau ya Robb, Kau izinkan aku untuk sedikit mengenal hambamu yang sangat luar biasa. Liyuda Saputra, seorang sahabat yang saya add pertemanannya tiga bulan lalu di situs jejaring sosial facebook. Itupun aku tahu namamu dari para mutual friend yang ada di friend list fb ku. Awalnya aku hanya biasa-biasa saja mengenalmu, sebatas kekaguman karena tahu tulisan-tulisan di blogmu dan blog organisasi tempatmu bernaung yang menyentuh qalbuku. Kata-katamu yang dahsyat dan mengelitik urat syaraf untuk tak berhenti berjuang di jalan ini, dakwah begitu kita menyebutnya...

Tiada kata yang mampu terucap selain kekaguman yang sangat kuat terhadap sosok *Liyuda Saputra. Aku sangat terkesan melihat keluhuran budimu dan ketulusan niatmu. Saat kau akan berangkat menyalurkan bantuan untuk korban merapi ,8 November 2010, pukul 07. 12 pagi, Allah menjalankan takdirnya untukmu, kau mengalami kecelakaan cukup serius di Pemalang Jawa Tengah. Berita mengenai kecelakaan pagi itu sontak memenuhi beranda facebookku. Lagi-lagi ku tahu berita ini melalui status teman-teman di facebook juga dari mailinglist (milist) group kammi yang mampir di spam yahoo ku. Teman-teman bergerak cepat, untuk segera berkoordinasi. Mengevakuasimu untuk segera dilarikan ke rumah sakit dan segera menghimpun dana untuk mengurusi administrasi rumah sakit. Iringan doa membanjiri dinding facebook mu, berharap engkau segera bangun dari koma mu.

***

Hari ke sepuluh akhirnya kau tersadar dari tidur panjangmu, tersenyum saya ketika membaca update status bang **Iwan Tirta (pada November 18 at 6:02pm) :Ketika akan operasi kemarin Yuda dijemput oleh 5 dokter muda (dokter semua,bukan perawat), saat berhenti di depan lift salah seorang dokter berkata kepada teman2nya "ini pahlawan ini, relawan merapi dia"..

***

Kini, kau masih harus menjalani serangkaian operasi untuk penyembuhan mata kananmu dan fraktur di tulang kakimu saat kau terkena kecelakaan itu. Tapi bukan Liyuda Saputra jika hanya tergeletak pasrah dengan ujian yang ditimpakan Allah padamu kini. Hari ke lima belas kau sudah bisa mulai duduk, kau sudah meminta kepada mas Iwan Tirta untuk membawakan Al Qur’an, buku, dan laptop. Subhanalloh, tak pernah terpikir dalam benak siapapun terutama aku, dalam kondisi seperti itu, kau masih saja ingin melakukan sesuatu. Kau paksakan untuk masih bisa mengalunkan dengan syahdu tausyiah rabbaniyah ayat demi ayat. Dan kau pun mulai untuk kembali menulis di blog dan catatan di notes fbmu, walaupun kau sendiri dalam keadaan payah di ranjang tidur RSCM...Subhanalloh, berkali-kali aku berucap saat membaca posting new entry di blogmu dan catatan di notes fbmu.

***

Gerimis hati, disertai hujan deras air mataku menghangatkan pipiku saat membaca notes seorang Liyuda Saputra. December 7, 2010 at 12:31pm bertepatan dengan 1Muharam 1432 Hijriah, yang merupakan tahun baru umat islam, kau menulis notes yang kau beri judul REFLEKSI. Ku baca dengan penuh syahdu kata demi kata dan kalimat yang kau tulis dengan sangat apik, penuh makna dan sarat hikmah.

Masih sangat lekat dalam ingatanku kata-kata dalam notes fbmu yang membuatku terhenyak pada keteguhan budimu, mulianya akhlakmu dan tingginya keimananmu :

“dan tiada pun jiwa yg mengetahui apa yg dilakukan esok hari dan dibelahan bumi mana dia akan meninggal”
Adalah suatu hikmah yg besar bahwa Allah memberikan kita tidak mengetahui ajal atau usia kita ini, karena dalam situasi ketidakpastian ini kita tentunya harus siap dan bekerja lebih baik dan menjalani hidup lebih lurus. Klo kita melihat Allah berkali-kali menekankan masalah ini, dalam masalah ajal kemana tiitik akhir ajal ini. Banyak kita merasa terlena karena ajal kita tidak mengetahui oleh karena nikmat kesehatan sering kalau kita tidak mengetahui bahwa kelak hidup ini akan berakhir. Padahal sesungguhnya yang diinginkan oleh Allah titik terakhir mana kita akan tertuju. Saat jiwa terhenyap kita sesungguhnya mengetahui second life dalam hidup ini.
Pasca operasi sudah 3 mingguan ini. Alhamdulillah berjalan lancar. Banyak pertolongan Allah saat itu. Pertama, Allah menentukan tadinya mau dipasang semacam plat tetapi tidak jadi karena organnya masih bisa. Kedua, pasca operasi tidak di ICU. Dan yg tidak diketahui oleh saya.

Yg terakhir hanya Allah yang bisa menyembuhkan dan menolong ini semua untuk keajaiban kesembuhan mata kanan saya ini. Menurut medis memang kemungkinan2 itu memang ada tapi kami serahkan semua ke Allah, karena Allah lah Maha Penyembuh yang sebenarnya.

Allahumma anta syafi, la syifa illa syifauka, asyfii ana amiin

Untuk itu saya mohon Doanya yang terbaik dari ikhwah teman-teman sekalian untuk kembali merepotkan antum sekalian. Kami ucapkan Jazakallah khair jaza yang tak terhingga semoga ditempatkan dan ditinggikan derajat di mata Allah atas bantuannya ke saya dan keluarga selama ini insya Allah hingga masa penyembuhan mata kanan saya ini. Juga bantuan berupa financial akan dibalas dengan timbangan amal pemberat kebaikan.

Alhamdulillah fisik saya (jasad dan jasmani) dalam keadaan baik-baik saja tidak ada apa-apa. Insya Allah keadaan yang saya alami tidak meluluh atau melumerkan Semangat yang pernah ada Karena perjuangan kita belum usai dan jalan ini masih teramat panjang untuk kita arungi bersama gerbong-gerbong kereta ini.

Saya pasrahkan semua ke Allah dan terus berikhtiar dengan apa2 terjadi dengan diri saya ini karena insya Allah saya percaya ini ujian untuk meninggikan derajat kesholehan dan ketakwaan.
Karena kapal perang sudah terlanjur kita bakar sekarang hanya ada satu kata maju membentuk strategi kemenangan untuk kejayaan Islam dan menuju Ustadziyatul ‘alamin. Jangan pernah memberikan dan titipkan pena perjuangan kepada siapapun cukup kita genggam erat walaupun dengan gigi geraham. Allahu Akbar.

Aamiinn.

Catatanmu yang begitu dahsyat, padat makna dan hikmah menggedor semangatku untuk bisa seperti dirimu. Fisikku yang masih bugar seharusnya memiliki semangat yang lebih dari dirimu. Aku benar-benar malu dengan diriku, yang terkadang lalai bersyukur terhadap nikmat sehat yang Allah berikan untukku.

Kini, aku benar-benar sangat terinspirasi dengan sosok seperti Liyuda Saputra. Walaupun secara fisik, aku belum pernah bertemu di dunia nyata dengan dirimu, tapi semangatmu yang begitu membara mulai membangkitkan kembali semangatku untuk terus berjuang dan bergerak, menebar hikmah di muka bumi. Melalui lisan, tulisan dan tindakan. Terima kasih telah banyak memberi nasehat tentang makna kehidupan dan makna berjuang yang hakiki. Semoga kelak aku mampu menjadi sosok sepertimu menjadi inspiring bagi banyak insan.

Liyuda Saputra, kaulah Pahlawan itu....

Ditulis di Bandar Lampung, 12 Desember2010
at.4.49pm


keterangan :*anggota KRC= KAMMI Reaksi Cepat . ** sahabat karib Liyuda Saputra
Nama Asli : Tri Lego Indah Fitria Ningsih, Nama Pena : tak lelah mengeja kata
Nama blog :Tri Lego Site’s, alamat blog : http://trilegoindahfn.multiply.com/
Nama fb : Tri Lego Indah, alamat FB = http://www.facebook.com/legophysica08
Alamat : Asrama Al Barokah, Jalan Bumi Manti gang M. Said No.25 B , Kampung baru,
Universitas Lampung.
No.telp : 085279183411 atau 085769957317

*diikut sertakan dalam lomba menulis surat inspiratif
infonya:
http://www.facebook.com/note.php?note_id=479854587527