Showing posts with label Writing Revolution. Show all posts
Showing posts with label Writing Revolution. Show all posts

Tuesday, December 6, 2011

Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI



Seandainya saya Menjadi Anggota DPD RI, dengan posisi saya yang masih sebagai seorang penulis freelance, tentu saja saya akan menyampaikan aspirasi rekan-rekan sesama penulis. Banyak diantara kami kebingungan saat membuat kartu tanda penduduk. Karena pilihan pekerjaan sebagai penulis tidak menjadi option yang ditawarkan di daftar pekerjaan. Sehingga seringkali profesi sebagai penulis, di KTP tercantum sebagai wirausaha. Padahal beda sekali definisi antara wirausaha dengan penulis.

Seandainya saya Menjadi Anggota DPD RI, saya akan membuat profesi penulis disyahkan di KTP. Karena bagaimanapun, penulis berhak mencantumkan profesinya itu. Kadang saya menjadi bertanya-tanya, apakah profesi yang dimaksudkan masuk dalam daftar profesi di KTP adalah pekerjaan yang mengharuskan di kantor, jadwal yang tetap misal satu minggu full, atau hanya satu pekan, gaji yang ada tiap bulan, dan seterusnya. Rasanya menjadi tidak adil jika pandangan hanya sesempit itu. Maka, jika  saya menjadi anggota DPD RI, saya akan melegalkan para penulis menuliskan pekerjaannya dengan profesi penulis.

Seandainya saya Menjadi Anggota DPD RI, saya akan membantu anak-anak di daerah pedalaman untuk bisa punya akses belajar. Memberikan guru-guru terbaik yang saya tempatkan di sana. Memfasilitasi sarana dan prasarana mereka untuk nyaman belajar. Saya akan memberikan tunjangan gaji yang cukup untuk para guru relawan terbaik yang sudah berkenan mengabdikan diri mereka untuk membagi ilmunya di daerah pedalaman.

Seandainya saya Menjadi Anggota DPD RI, saya akan bekerjasama dengan berbagai komunitas kepenulisan online yang juga massive di dunia offline, seperti WRITING REVOLUTION, Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO), Leutika Reading Society (LRS), dll.  Saya akan memassivekan komunitas diskusi dan baca di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Selama ini, budaya diskusi dan baca masih sangat minim. Orang-orang penggiat literasi ini masih jadi mahluk langka di bumi pertiwi ini. Maka, Seandainya saya Menjadi Anggota DPD RI, saya akan menggalakkan komunitas ini. Pun, saya ingin komunitas ini, mengadakan perpus gratis dan perpus keliling bagi mereka yang kesulitan akses buku dan membeli buku. Bukankah buku adalah jendela ilmu. Saya ingin kembali menggalakkan gerakan baca buku nasional. Akses buku harus sampai ke daerah pedalaman. Saya akan terus memonitor keterjangkauan akses buku ini. Saya tak akan segan terjun langsung ke daerah untuk memastikan akses buku ini memang mudah dijangkau di daerah. 


Inilah harapan saya. Berawal dari basic saya sebagai seorang penulis freelance dan pendidikan saya sebagai seorang mahasiwa FKIP, maka inilah hal yang ingin saya lakukan seandainya saya Menjadi Anggota DPD RI.  Dan inilah sesuatu ‘kecil’ yang saya fikir bisa berefek besar bagi Indonesia. Menghargai para penulis dengan mencantumkan profesi mereka di daftar pekerjaan di Kartu Tanda Penduduk, juga menggeliatkan dunia baca tulis di seluruh daerah di Indonesia melalui beberapa komunitas yang sudah mengawali menjadi pioner gerakan ini. Karena semua dimulai dari kesadaran, bahwa satu tulisan bisa merubah dunia. Tulisan itu bisa kita peroleh tentunya dari membaca. Jika semuanya bisa sinergi, (Penulis, birokrat, Penggiat Literasi dan Masyarakat umum), maka gerakan indonesia cerdas dengan membaca, optimis akan tercapai.
Semoga!
Bandar Lampung, 07 Desember 2011  
Artikel : 489 kata
Biodata:
Tri Lego Indah FN, mahasiswa FKIP semester 7. Penggiat dunia literasi. Ketua LRS Chapter Lampung, korwil Cerita Nulis Diskusi Online Wilayah Lampung Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO), Anggota WRITING REVOLUTION, Anggota  Flp Wilayah Lampung. Pernah menjadi staf ahli komisi advokasi dan perundang-undangan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Lampung.
 

Wednesday, November 23, 2011

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat



Selayaknya dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus saling membaur satu sama lain. Tapi dalam kehidupan nyatanya, masih banyak orang-orang yang dimarjinalkan oleh sebagian masyarakat kita. Paradigma kurang baik yang melekat di masyarakat tentang ‘orang-orang yang diberikan keistimewaan oleh Tuhan’ menjadikan ada kesenjangan antara masyarakat dengan mereka. Para penyandang Disabilitas adalah salah satu kaum minoritas yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat normal kebanyakan.

Sejujurnya saya miris dengan fenomena ini. Rata-rata di berbagai daerah yang ada penduduknya menyandang keistimewaan ini (Disabilitas), mereka bahkan dikucilkan oleh keluarganya sendiri. Sungguh benar-benar ironis. 

Sayapun dalam satu kesempatan lalu pernah membincangkan  disabilitas ini dengan teman-teman di group Writing Revolution. Dari obrolan tersebut saya sangat salut,  karena teman-teman ada yang bersentuhan langsung dengan para penyandang disabilitas ini. Menjadi fisioterapis, serta adapula yang pernah berinteraksi langsung saat gempa padang tahun 2006 lalu. Pendapat mereka, bisa jadi keterwakilan  pandangan  masyarakat yang menyadari bahwa para disibel itu mempunyai hak yang sama dengan orang normal pada umumnya.

Mungkin banyak pula yang belum familiar dengan istilah disabilitas.  Berikut saya kutip dari situs kartunet.com mengenai definisi disabilitas. Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang disabilitas menyatakan bahwa yang dimaksud dengan penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari: penyandang cacat fisik; penyandang cacat mental serta penyandang cacat fisik dan mental. Sementara itu, American with Disability Act (ADA) menyebut penyandang cacat dengan istilah “people/persons with disability,” yang didefinisikan sebagai individu yang mengalami impairment fisik atau mental yang membatasi satu atau lebih aktivitas utama dalam kehidupan (West, 1995). Istilah penyandang cacat dalam bahasa Indonesia mengalami perubahan menjadi penyandang disabilitas. Perubahan istilah ini muncul berdasarkan naskah kesepakatan yang ditanda tangani oleh 30 orang wakil dari berbagai lembaga dan organisasi (Kementrian Sosial, Kementrian Tenaga Kerja, Komnasham, organisasi penyandang cacat, LSM dan sebagainya) dalam sebuah pertemuan di Bandung pada tanggal 31 Maret 2010.  

Dalam kehidupan nyatanya, saya juga mempunyai keponakan penyandang tuna wicara. Dirinya mendapat ‘keistimewaan’ ini ketika berusia 6 tahun. Namun beruntung, orang tuanya yang paham, sehingga membawanya ke tempat yang tepat. Di SLB dirinya mampu bersekolah hingga setara SMA. Prestasinya sangat membanggakan. Dirinya selalu dipercaya mewakili sekolah untuk mengikuti ajang perlombaan tingkat nasional khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus seperti dirinya. Dan pulang membawa piala kemenangan.

Dalam kehidupan saya yang lainnya, dunia maya menemukan saya dengan seorang Adik  istimewa. Awalnya saya sungguh tidak tahu jika ‎dirinya  adalah salah satu penyandang disabel. Barulah, ketika saya membaca tulisannya yang menjadi salah satu kontributor di Charity For Indonesia, saya baru ngeh jika dirinya menjadi satu dari sekian banyak anak manusia yang diberi ‘keistimewaan’ itu oleh Tuhan. Dirinya menyandang tuna rungu saat usianya 11 tahun.

 Lagu sunyi mulai berkawan dengan dirinya. Dimasa transisinya, dua tahun dirinya berhenti sekolah. Namun, di tengah ketakberdayaannya itu, ada terselip keyakinan bahwa dirinya masih memiliki Tuhan yang mendengar asanya, dan memiliki orang tua yang selalu memotivasinya. Alhasil, dirinya kembali melanjutkan sekolah dasarnya di bangku kelas 6 SD.  Dirinya bersekolah bersama dengan murid-murid normal lainnya. Tanpa dibekali alat bantu pendengaran. Dirinya hanya mengeja kalimat yang terlukis di bibir lawan bicaranya. Situasi yang rasanya imposibble, tapi dirinya mampu menerjang segala batas ketidakmungkinan itu, dengan izin Tuhan. Dirinya menjabat sebagai ketua osis dan dewan redaksi mading sekolah. Pun ujian nasional dirinya menjadi yang terbaik di sekolah mengalahkan teman-temannya yang normal. Kecerdasan dalam bidang akademik dan non akademik, membuatnya menjadi andalan sekolahnya untuk mewakili berbagai event perlombaan tingkat propinsi. 

Ketajaman imaji pulalah-efek dari rasa yang dimilikinya membuat kemampuan menulisnyapun terasah. Meskipun dengan segala keterbatasan, kini berbagai tulisannya telah menjadi kontributor buku hasil lomba dan tulisannya bertengger di berbagai media cetak lokal dan nasional. Beberapa cerpennya pernah terbit di divapress dan story. Dan yang mengejutkan, dirinyapun juga lolos SNMPTN 2011, dan kini menjadi mahasiswa strata satu fakultas sastra UGM. Sekali lagi, dirinya menempuh pendidikan bersama anak-anak normal lainnya. 

Rasanya, dua sosok ini cukup menjadi keterwakilan dari para penyandang disibilitas lainnya yang mampu menoreh prestasi ditengah keterbatasannya. Habibie Afsyah , Eko Hartono, Ramadhani Ray  adalah sosok lain yang juga sukses kendatipun mereka dalam kondisi fisik tidak sama dengan orang normal pada umumnya. Tapi  ternyata, mereka lebih luar biasa. Mengajarkan kita untuk bersyukur, mengajarkan kita untuk tetap optimis, gigih, sabar dan tak pantang menyerah dengan keadaan dan kondisi sesulit apapun. Karena mereka membuktikan sendiri, bahwa ternyata, mereka yang dikucilkan di masyarakat bahkan lingkungan keluarga mereka, namun mereka tetap survive.

Terimakasih saya haturkan kepada kartunet yang telah menginisiasi adanya kontes semi SEO dengan tema ini. Selamat pula untuk kartunet atas pencapaiannya memenangkan dana hibah Cipta Media sebesar 244 juta rupiah atas kategori “Meretas Batas Kebhinekaan Bermedia” dengan judul Kartunet.com: Media Online Sosialisasi dan Pengembangan Komunitas Pemuda dengan Disabilitas. Dan saya fikir kartunet.com adalah media online paling massive atau mungkin justru satu-satunya situs yang sangat konsen dengan para penyandang disabilitas. Gebrakan baru dan inovasi yang sangat keren saya rasa untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa para penyandang disabilitas itu bisa berkarya, berprestasi, bahkan melek teknologi-terbukti dengan adanya kartunet ini. 

Saya sangat berharap, blogger yang membaca postingan Disabilitas dan Pandangan Masyarakat ini, bisa kemudian terubah stigmanya untuk tak lagi memarjinalkan mereka yang diberi keistimewaan oleh Tuhan. 

Harapan saya, kartunet.com selalulah menjadi yang terdepan, mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitaspun bisa survive. Terus kawal isu-isu mengenai disabilitas, dan sadarkan masyarakat bahwa penyandang disabel itu istimewa!

Kontes Blogging Kartunet 2011


Obrolan Tentang Disabilitas


Dalam satu obrolan tepat di tanggal cantik kemarin 11/11/2011, saya  dengan teman-teman di WRITING REVOLUTION vmembincang dan berbagi mengenai disabilitas. Berikut obrolan kami : 

Tri Lego Indah Full: Bagaimana pandangan rekan-rekan wr dengan para penyandang disabilitas?

Anung D'Lizta : luar biasa

Tri Lego Indah Full ; luar biasanya kenapa?

Tri Lego Indah Full : Ada yang punya cerita bersentuhan langsung, atau hidup di sekitar penyandang disabilitas?
Monggo dibagi ceritanya nggih

Mustika Wildasari : Semua harus dapat kesempatan yang sama walau tubuhnya tidak sempurna, Yang penting dia mampu, berikan kepercayaan kepadanya untuk melakukan yang terbaik. Tri Lego Indah Full sekian dan terima kasih

Joni Lis Efendi WR :  membuat kita kian bersyukur atas semua kelebihan yang dimiliki

Anung D'Lizta :  ada di bawah blk ku,dia anaknya gak bisa jalan dan IQ nya tdk normal sebaya anak2 seusianya. klo jalan pun harus di tuntun atau pakai kerusi roda yg tinggal ON jalan sendiri. pernah suatu hari ku lihat dia pulang ntah darimana membawa piala. dan aku merasa takjub karena dia walau pun kurang tapi bisa berprestasi dan bagi luar biasa. aku aja yg normal belum tentu bisa sepertinya.

Evi Andriani ;  jangankan penyandang cacat? penyandang penyakit menular saja mba sangat peduli dek Tri Lego Indah Full. Setiap orang diciptakan itu dalam keindahan istimewa, bagaimana pun keadaannya jika ia mau tetap optimis, yakin dan bersyukur pada Sang Pencipta

Gardilla Eka Adis ;  itu sih pasien2 ku..hehe..bnyak banget dari yg bayi sampe yg lansia.bnyak belajar dr mereka..bahkan adikku juga penyandang disabilitas

Tri Lego Indah ; Subhanalloh, keren2 ya opininya.
Saya jadi teringat dengan Nalacity Foundation, pernah diundang di acara kick andy, komunitas ini sangat konsen dengan para penderita kusta di daerah sitanala tanggerang. Kebanyakan, para penderita kusta dikucilkan oleh keluarganya. Nah, nalacity foundation ini, yang semuanya adalah anak muda,tergerak memberikan keterampilan kepada para mantan penderita kusta. Dan sekarang hasilnya luar biasa. Perlahan masyarakat, mau kembali menerima mereka sebagai warga yang berhak hidup berdampingan bersama masyarakat normal lainnya.

Yang jadi pertanyaan, apakah kita hanya sekedar simpati tanpa ada yang kita lakukan untuk mereka?

hmm, saya juga tersindir sebenarnya, belum bisa memberikan kontribusi kepada para peyandang disabilitas ini.

Kalau rekan2 semua?

Ada yang sudah punya komunitas yang konsen dengan advokasi penyandang cacat seperti ini belum?

Dan kalau rekan2 bertemu dengan mereka, apa yang akan rekan-rekan lakukan pertama kali?

Tri Lego Indah : Mbak Gardilla Eka Adis : kerja di mana?
kalau tak keberatan, share ya mbak :)

Risah Icha Azzahra ; pertama, buat kita bersyukur ketika melihatnya..
kedua,.. kalau aku ketemu mereka, pertama aku liatin (tp jgn ketauan, nah loh)
ketiga, aku tanyain (ajak ngobrol red)
selanjutnya aku bantuin.. (bantu nyebrang jalan, emang nenek2 yah) geje

Gardilla Eka Adis :  aku fisioterapis mba..skarang sih lagi lanjut kuliah lagi,jd ga kerja dulu..aq prnh praktek klinik di RSCM,Dharmais,Fatmawati,RS gnung jati cirebon.
ada bbrpa sih sbnr'a,tp ada yg cukup mnarik prhatian..ada gadis kecil (saya lupa umurnya,cz sy ga pernah nanganin pasien ini langsung,tp sering banget ketemu),mungkin umurnya sekitar diatas 10thn,ada gangguan di otaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terganggu.dia tdk bs jalan,,kurus sekali,kognisi'a juga terganggu.yg membuat miris,setiap kali dia dibawa terapi,neneknyalah yang gendong dia,naik kereta ekonomi dari bogor ke jakarta pusat,setelah itu naik angkutan umum lagi.begitulah,mereka dr keluarga kurang mampu..sy sering ngeliat mereka dari smester awal2 saya kuliah,dan baru tau kisahnya setelah saya magang.kalo ga salah,bapaknya pergi gitu aja,ga tau skarang ada dimana..saya lupa ibunya pergi ga lama stelah dia lahir atau meninggal ya??ya pokok'a bgitulah,dia cuma tinggal sama kakek dan neneknya yang udah lansia..kakeknya yg nyari uang buat biaya hidup mereka sehari2. sering banget kepikiran "Kuat banget si nenek,gendong dari bogor,pdhal cucu'a itu sudah cukup besar"..Subhanallah banget deh,mungkin kalau saya dikasih cobaan kyk gitu blm tentu sanggup.dan si nenek rajin banget bawa cucu'a terapi,hampir setiap hari,pdhal mungkin kalau orang lain udah males duluan harus gendong2,jauuuh pula.

Adi Saputra :  pernah sih, tapi sama yg down syndrom

Tri Lego Indah Full ‎: Adi Saputra : pernah ketemu, pernah lihat atau pernah ngobrol?

Tri Lego Indah Full ; mbak Gardilla Eka Adis : luar biasa ya semangad si nenek, demi rasa sayang dengan cucunya.
Hmm, kerja sebagai fisioterapis, jadi banyak bersyukur ya mbak.

Thera 'chibonk' Febrika: menurut The, disabilitas itu seseorang dengan keterbatasan. Kalau pandangan pribadi The, mereka sama saja sprti kita, hanya dalam meraih sesuatu hal, diperlukan kerja keras melebihi orang 'sempurna'. Banyak hal yang Thera bisa ambil hikmahnya saat melihat saudara2 kita yang memiliki keterbatasan itu, salah satunya karena mereka memiliki semangat yang lebih besar, dan juga rasa syukur yang diterapkan melalui semangat2 yang tidak semua orang miliki :)

Adi Saputra :  pernah semua...

El Eyra :  Postinganmu mengingatkanku pada sosok Kakak, Mbak.
Tinggal seatap di rumah kita.
Dan benar2 exited!

Gardilla Eka Adis :  iya,banget..memang bidangnya disitu sih,bnyak brhubungan dgn yg disabilitas. banyak hikmah yg bs qt ambil :)

o iya,itu ada yg kebalik,bapaknya yg meninggal (sblum dy lahir),nah ibunya yang ngeliat anaknya punya kelainan pergi ninggalin gitu aja ga lama setelah melahirkan..(maaf ya,suka ketuker2 sama kisah2 nyata lain ^_^ )

Tri Lego Indah Full : ‎El Eyra Iya sayang. Dia luar biasa!
Salud untuk adik laki2 kakak ^^

Tri Lego Indah Full : Miris ya mbak Gardilla Eka Adis, melihat keluarga yang tidak siap salah satu anggota keluarganya mengalami disabilitas. Hmm

Adi Saputra : ketemu n barengannya cuma semalem,,,nemenin dia maen, dengerin dia cerita (yg aku nggak ngerti bagnet apa yg dia ceritain), sampai ngajakin jalan2, trus tidur bareng...holoh :D

Yully Riswati : ISTIMEWA.

Tri Lego Indah Full ‎: El Eyra, Mak Yully Riswati,
jadi inget seseorang di rumah kita, hiks rindu dengan dirinya yang luar biasa.

Tri Lego Indah Full om Adi Saputra : ceritanya ngelantur ke mana-mana ya?
ketemu dan bareng sampai tidur bareng?
kok bisa akrab gitu banget?
ketemunya di mana?

Adi Saputra : bukan, kadang omongannya kan kayak nggrenyem gitu, jadi y g jelas...
ketemu pas jadi relawan korban gempa di padangpanjang tahun 2006
kalau yg terbaru pas gempa 2009, dia bisu gitu dan agak minderan, jadina rada2 nakal buat cari perhatian, tapi ya pelan2 bisa membaur dg yg lain.
haha,,,kamu baru tahu ya kalau Om ini selalu jadi idola di hati anak2...wkwkwk
bahkan baru sejam ketemu, ketika ditampilkan slide foto2 para relawan, langsung pada teriak, "Bang Adiiiiiiiii..." ^^


Tri Lego Indah Full : om Adi Saputra : wah kereeen!


potretmasadi.blogspot.com

Evi Andriani : Apa kontribusi kita? Tentu saja dunk selain dukungan, kita harus bantu dari segala bidang. Seperti Evi dan teman-teman lupus di Medan sedang usahakan membentuk cabang Yayasan Lupus Sumatera Utara. Sehingga jika ada pasien yang membutuhkan obat jika melalui yayasan bisa lebih murah, atau biaya perobatan yang diringankan, dsb. Saat ini msh sedang dalam perencanaan dan pengumpulan berbagai penderita penyakit2 lupus. (walaupun saya ITP). Kalau Evi lebih fokus pada penyakit Autoimun dan Kelainan Darah, Karena penyakit ini unik dan tidak diketahui sebabnya datangnya dari mana. Tiba2 pendarahan, tiba-tiba pingsan, tiba-tiba masuk ruang ICU, tapi hariannya macem orang sehat.. Ayo semangat.. Jangan kucilkan mereka yang memiliki kekurangan, tapi rangkullah karena kita semua diciptakan dengan keindahan yang istimewa jika kita mau bersyukur :)

Yully Riswati : dia yang istimewa dan teramat mengagumkan, sebentar lagi ulang tahun hiks


Tri Lego Indah Full :  Terimakasih sharingnya yang menarik dari sahabat wr semua, ^^
buat warga yang masih ingin bagi cerita tentang penyandang disabilitas, dipersilahkan.
Diskusi dan sharing yang sangat menarik malam ini...

Mengajarkan makna kesyukuran dengan anugrah yang diberikan Tuhan kepada kita.

Selamat beristirahat, warga wr sekalian.

Salam


Bottom of Form

Friday, November 11, 2011

Sense Belonging Of WR

Bulan juli lalu, aku tergabung dalam komunitas ini- WRITING REVOLUTION .  Tapi aku masih belum sering bergabung di group. Maklum saja, saat itu aku sedang berada di tempat pengabdian yang lumayan susah mengakses internet. Tapi, satu minggu ini, tepatnya bulan November, perlahan aku mulai sering bermain ke balai desa wr, ke kampung semangka dan ke rumah penulis.

Dan seminggu ini, aku merasakan ada suatu kenyamanan menelungsup di hatiku. Warganya yang santun, aparat kampungnya yang begitu ramah, membuat aku menjadi betah. Bahkan mungkin, perlahan,  sense belonging of  wr sudah tertanam di hatiku? Entahlah, yang jelas, sekarang aku makin cinta berada di group ini.

Jelang milad perdana WR, tanggal 10 November 2011, banyak event yang digagas. Salah satunya parade pantun. Aku yang awalnya berniat menjadi penggembira, malah keterusan untuk saling berbalas pantun. Maklumlah, aku sedang keranjingan berpantun ria menghilangkan jengah dengan rutinitas kuliah. Pun, juga ingin membuat milad WR menjadi meriah. Walaupun lagi-lagi, aku berpantun suka-suka sampai PP mabuk kepayang membaca pantunku yang konyol dan nyeleneh. Alhamdulillah, tak kusangka, malah aku terpilih menjadi dara parade pantun 2011 bersama om  Adi Saputra sebagai bujangnya. Hahahaha


Terima kasih WR Semoga Sense Belonging Of WR selalu hadir di hati kita.



Bandar Lampung, 11-11-2011
Pukul 11:11 wib

Tri Lego Indah


Saturday, October 29, 2011

FTS ULTAH WR - Bersama WR, Aku Yakin Bisa! -


Bersama WR, Aku Yakin Bisa!
Perkenalanku dengan Writing Revolution terbilang belum lama. Aku mengenalnya ketika mamakku- Yully Riswati  kasuk WR 02, mengajakku bergabung di sana. Dengan beasiswa yang diperolehnya dari WR, maka kini aku bisa bergabung bersama ke 1100 warga Writing Revolution. Juli 2011, resmilah aku memegang kartu anggota WR02.
Awalnya aku begitu malu berada di sini. Warga WR rata-rata sudah mempunyai jam terbang menulis lebih lama.  Buku karya anggota wr baik solo maupun antologi telah menghiasi perpustakaan Writing Revolution. Sedangkan aku, baru saja menyukai dunia tulis-menulis sejak awal tahun 2011. Tentu saja aku masih tertatih dalam menulis.

Selama di wr,  aku banyak belajar dari para senior. Aku tak mau ketinggalan mengikuti setiap agenda yang dihelat baik di balai desa, aula maupun di kampung semangka tempatku tinggal di wr. Meskipun aku terbilang pasif daripada yang lain, tapi sejujurnya, aku selalu menyimak setiap pembahasan yang ada di wr, dan mengcopykannya di microsorf word lepitaku. 

Di sini, semangatku untuk terus belajar semakin kuat. Ditambah seluruh penghuni group ini begitu ramah dan antusias kepada siapapun yang mau belajar. Aku sebagai penyimak yang baik, selalu mengikuti pemberitahuan di notif fbku setiap kali ada yang posting di group ini. Yah, group ini group yang sangat kreatif. Berkat inisiasi dari Pak Pung Joni Lis Efendi ,  berbagai obrolan santai maupun dari hasil survey dadakan, akhirnya tercetus ide untuk menggelar audisi. Seperti membukukan kisah narsis dari para warga. Meskipun aku belum lolos, tapi, aku tak kapok untuk terus belajar. Justru aku semakin tertantang untuk berkomitmen belajar ekstra keras. Aku akan terus belajar hingga aku bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik dan memberi pencerahan, baik untuk diriku sendiri, maupun untuk pembaca karyaku kelak.

Bersama WR aku yakin, harapan dan impianku itu bisa terwujud. Terima kasih mamak Yully  yang telah membawaku ke sini. Memberiku ruang, untuk aku bisa belajar bersama di sini. Di Writing Revolution. 

Selamat Ulang Tahun WR, Semoga semakin mencerahkan dunia!
Balam, 29102011
At 10am
Ket : 322 Kata

Tri Lego Indah F N mahasiswa semester 7 ini, mulai menyukai dunia literasi di awal tahun 2011. Walaupun tertatih kini dirinya sudah memiliki 13 antologi bersama sahabat. Aktifitasnya kini bergelut dalam berbagai kegiatan kepenulisan offline sebagai koordinator LRS Chapter Lampung, korwil cendol lampung dan anggota muda Flp Wilayah Lampung. Kesehariannya bisa diintip melalui blog pribadinya : http://physicakammi2008.blogspot.com/

 ------------------------------------------------

FTS Khusus Ultah WR pertama-Menggapai Impian Bersama WR

DL: 05 November
  1. Tema: Menggapai Impian Menjadi Penulis Hebat Bersama Writing Revolution.
  2. Khusus hanya untuk anggota Writing Revolution (SMCO, SMPO, SMAO dan SMNO).
  3. Semua FTS Spesial Ultah WR yang menarik dan menginspirasi akan dibukukan secara indie sebagai kado istimewa ultah WR. Semua royalti dari hasil penjualan buku dipergunakan untuk hadiah iven lomba WR selanjutnya.
  4. Kriteria penulisan naskah: maksimal 350 kata, biodata narasi 80 yang ditulis di bagian bawah tulisannya.
  5. Naskah WAJIB dipublikasikan/ditulis di Note/Catatan FB atau Blognya dengan mencantumkan logo WR. Untuk mendapatkan logo WR silakan klik link ini lalu klik kanan gambarnya (pilih Save Image As... untuk memindahkan ke laptop/komputernya): https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxA1tN7KrTgdh3MXO8ZiXQRBs3kNmIslNOjixi13xnz-qC5NvcVEkWe6mVFP8CXjSTjDE_151dHo0PRVimq-7pH1aXT3JTjmTM29QS3jKQl0MVguMtSZfwyEwL8wscxXZLm5Fc-Ip_Y2gX/s1600/Logo+Writing+Revolution.jpg 
  6. Tulis di judul Note atau Blog kamu: FTS Spesial Ultah WR-Judul Tulisan
  7. Dewan juri akan memilih 5 FTS paling inspiratif yang akan mendapatkan hadiah buku antologi FTS Spesial Ultah WR dan e-sertifikat.
  8. Copas link Note/catatan FB atau Blog kamu ke bagian komentar (Dokumen ini) untuk didata.
  9. Cantumkan informasi ini di bagian bawah Catatan FB atau Blog kamu.
  10. Koordinator: Anung D'Lizta dan Fransiska S Manginsela.

---------------------------------------------
Alhamdulillah, Writing Revolution (WR) genap berusia 1 tahun pada tanggal 10 November ini. Berawal dari keinginan berbagi pengalaman dan teknik menulis cerpen bagi adik-adik FLP Riau waktu, tercetus ide untuk membuka sekolah menulis online (mulai berjalan 19 Desember 2010). Antusiasme yang di luar dugaan, 12 hari sejak dibuka pendaftaran pertama tercatat ada 64 peserta SMCO. Mereka ini angkatan sulung sekolah menulis online WR, dan subhanallah mereka sungguh telah menunjukkan sebagai kakak tertua yang hebat dengan berderet prestasi yang mereka ukir termasuk sebagai pemenang pertama dan ketiga Lomba Cerpen Remaja I WR. Luar biasanya, pada pembukaan pendaftaran angkatan kedua, Januari 2011, ada 210 orang yang mendaftar. Sungguh sambutan yang begitu dahsyat yang rata-rata mereka adalah penulis pemula yang bersemangat untuk mengasah keterampilan dan kemampuan menulisnya.

Memasuki bulan kesepuluh sejak pembukaan sekolah menulis online WR, sudah ada 1100 orang peserta. Sebuah kebanggan dan prestasi bagi semua warga WR yang semakin eksis dalam memberikan sumbangsih untuk membangun peradaban Indonesia lebih maju. Dalam umur yang masih sangat belia ini, warga WR sudah dan akan terus memberikan sumbangan pemikiran dari tulisan-tulisannya untuk memberikan inspirasi bagi pembaca di Tanah Air.

Semoga visi dan impian kita untuk bisa melahirkan 1 juta penulis hebat berkarakter kuat bisa terwujud untuk membangun peradaban demi menjadikan Indonesia lebih bermartabat di mata dunia.

Salam Penulis...!
Semangattt Pagiii...!