Wednesday, November 23, 2011

Disabilitas dan Pandangan Masyarakat



Selayaknya dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus saling membaur satu sama lain. Tapi dalam kehidupan nyatanya, masih banyak orang-orang yang dimarjinalkan oleh sebagian masyarakat kita. Paradigma kurang baik yang melekat di masyarakat tentang ‘orang-orang yang diberikan keistimewaan oleh Tuhan’ menjadikan ada kesenjangan antara masyarakat dengan mereka. Para penyandang Disabilitas adalah salah satu kaum minoritas yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat normal kebanyakan.

Sejujurnya saya miris dengan fenomena ini. Rata-rata di berbagai daerah yang ada penduduknya menyandang keistimewaan ini (Disabilitas), mereka bahkan dikucilkan oleh keluarganya sendiri. Sungguh benar-benar ironis. 

Sayapun dalam satu kesempatan lalu pernah membincangkan  disabilitas ini dengan teman-teman di group Writing Revolution. Dari obrolan tersebut saya sangat salut,  karena teman-teman ada yang bersentuhan langsung dengan para penyandang disabilitas ini. Menjadi fisioterapis, serta adapula yang pernah berinteraksi langsung saat gempa padang tahun 2006 lalu. Pendapat mereka, bisa jadi keterwakilan  pandangan  masyarakat yang menyadari bahwa para disibel itu mempunyai hak yang sama dengan orang normal pada umumnya.

Mungkin banyak pula yang belum familiar dengan istilah disabilitas.  Berikut saya kutip dari situs kartunet.com mengenai definisi disabilitas. Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1997 Tentang Penyandang disabilitas menyatakan bahwa yang dimaksud dengan penyandang disabilitas adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya, yang terdiri dari: penyandang cacat fisik; penyandang cacat mental serta penyandang cacat fisik dan mental. Sementara itu, American with Disability Act (ADA) menyebut penyandang cacat dengan istilah “people/persons with disability,” yang didefinisikan sebagai individu yang mengalami impairment fisik atau mental yang membatasi satu atau lebih aktivitas utama dalam kehidupan (West, 1995). Istilah penyandang cacat dalam bahasa Indonesia mengalami perubahan menjadi penyandang disabilitas. Perubahan istilah ini muncul berdasarkan naskah kesepakatan yang ditanda tangani oleh 30 orang wakil dari berbagai lembaga dan organisasi (Kementrian Sosial, Kementrian Tenaga Kerja, Komnasham, organisasi penyandang cacat, LSM dan sebagainya) dalam sebuah pertemuan di Bandung pada tanggal 31 Maret 2010.  

Dalam kehidupan nyatanya, saya juga mempunyai keponakan penyandang tuna wicara. Dirinya mendapat ‘keistimewaan’ ini ketika berusia 6 tahun. Namun beruntung, orang tuanya yang paham, sehingga membawanya ke tempat yang tepat. Di SLB dirinya mampu bersekolah hingga setara SMA. Prestasinya sangat membanggakan. Dirinya selalu dipercaya mewakili sekolah untuk mengikuti ajang perlombaan tingkat nasional khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus seperti dirinya. Dan pulang membawa piala kemenangan.

Dalam kehidupan saya yang lainnya, dunia maya menemukan saya dengan seorang Adik  istimewa. Awalnya saya sungguh tidak tahu jika ‎dirinya  adalah salah satu penyandang disabel. Barulah, ketika saya membaca tulisannya yang menjadi salah satu kontributor di Charity For Indonesia, saya baru ngeh jika dirinya menjadi satu dari sekian banyak anak manusia yang diberi ‘keistimewaan’ itu oleh Tuhan. Dirinya menyandang tuna rungu saat usianya 11 tahun.

 Lagu sunyi mulai berkawan dengan dirinya. Dimasa transisinya, dua tahun dirinya berhenti sekolah. Namun, di tengah ketakberdayaannya itu, ada terselip keyakinan bahwa dirinya masih memiliki Tuhan yang mendengar asanya, dan memiliki orang tua yang selalu memotivasinya. Alhasil, dirinya kembali melanjutkan sekolah dasarnya di bangku kelas 6 SD.  Dirinya bersekolah bersama dengan murid-murid normal lainnya. Tanpa dibekali alat bantu pendengaran. Dirinya hanya mengeja kalimat yang terlukis di bibir lawan bicaranya. Situasi yang rasanya imposibble, tapi dirinya mampu menerjang segala batas ketidakmungkinan itu, dengan izin Tuhan. Dirinya menjabat sebagai ketua osis dan dewan redaksi mading sekolah. Pun ujian nasional dirinya menjadi yang terbaik di sekolah mengalahkan teman-temannya yang normal. Kecerdasan dalam bidang akademik dan non akademik, membuatnya menjadi andalan sekolahnya untuk mewakili berbagai event perlombaan tingkat propinsi. 

Ketajaman imaji pulalah-efek dari rasa yang dimilikinya membuat kemampuan menulisnyapun terasah. Meskipun dengan segala keterbatasan, kini berbagai tulisannya telah menjadi kontributor buku hasil lomba dan tulisannya bertengger di berbagai media cetak lokal dan nasional. Beberapa cerpennya pernah terbit di divapress dan story. Dan yang mengejutkan, dirinyapun juga lolos SNMPTN 2011, dan kini menjadi mahasiswa strata satu fakultas sastra UGM. Sekali lagi, dirinya menempuh pendidikan bersama anak-anak normal lainnya. 

Rasanya, dua sosok ini cukup menjadi keterwakilan dari para penyandang disibilitas lainnya yang mampu menoreh prestasi ditengah keterbatasannya. Habibie Afsyah , Eko Hartono, Ramadhani Ray  adalah sosok lain yang juga sukses kendatipun mereka dalam kondisi fisik tidak sama dengan orang normal pada umumnya. Tapi  ternyata, mereka lebih luar biasa. Mengajarkan kita untuk bersyukur, mengajarkan kita untuk tetap optimis, gigih, sabar dan tak pantang menyerah dengan keadaan dan kondisi sesulit apapun. Karena mereka membuktikan sendiri, bahwa ternyata, mereka yang dikucilkan di masyarakat bahkan lingkungan keluarga mereka, namun mereka tetap survive.

Terimakasih saya haturkan kepada kartunet yang telah menginisiasi adanya kontes semi SEO dengan tema ini. Selamat pula untuk kartunet atas pencapaiannya memenangkan dana hibah Cipta Media sebesar 244 juta rupiah atas kategori “Meretas Batas Kebhinekaan Bermedia” dengan judul Kartunet.com: Media Online Sosialisasi dan Pengembangan Komunitas Pemuda dengan Disabilitas. Dan saya fikir kartunet.com adalah media online paling massive atau mungkin justru satu-satunya situs yang sangat konsen dengan para penyandang disabilitas. Gebrakan baru dan inovasi yang sangat keren saya rasa untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa para penyandang disabilitas itu bisa berkarya, berprestasi, bahkan melek teknologi-terbukti dengan adanya kartunet ini. 

Saya sangat berharap, blogger yang membaca postingan Disabilitas dan Pandangan Masyarakat ini, bisa kemudian terubah stigmanya untuk tak lagi memarjinalkan mereka yang diberi keistimewaan oleh Tuhan. 

Harapan saya, kartunet.com selalulah menjadi yang terdepan, mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa penyandang disabilitaspun bisa survive. Terus kawal isu-isu mengenai disabilitas, dan sadarkan masyarakat bahwa penyandang disabel itu istimewa!

Kontes Blogging Kartunet 2011


23 comments:

  1. Kau memang "Hebat" :)
    salut denganmu "Kak"

    ReplyDelete
  2. Mantap, kartunet.com memang sangat bisa diandalkan menautkan kesenjangan disabilitas bagi sebagian anak bangsa.

    ReplyDelete
  3. PP Joni : Benar, kartunet yang notabene adalah para penyandang disabel tunanetra mereka luar biasa, sudah melek internet bahkan memanfaatkan media sosial seperti ini untuk mengenalkan kepada dunia bahwa mereka ada dan mereka bisa sejajar dengan orang normal.

    ReplyDelete
  4. Pilo : mereka orang-orang hebat!

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. Assalaamu'alaykum..
    Komen ^^

    Tadi dah komen di FB sih.. Mbak gimana kalo ngadain kopdar IM? #pengen ketemu mbak Ramadhani Ray..

    ReplyDelete
  7. Wa'alaikumsalam AdekFi. Yuk, boleh, asal kita bicarakan dengan para kontributor :)
    Mba juga sangat ingin ketemu kalian semua :*

    ReplyDelete
  8. baru selesai bc ....wah beratt tulisannya, perlu dua kali bru mudeng...:)

    ReplyDelete
  9. Baru sempet mampir ke sini.
    Saya langsung tahu sosok 'Adik'.Saya juga tidak mengiri sebelumnya.
    Memang Tuhan selalu memberi keistimewaan, dan kelebihan karena satu kekurangannya.

    ReplyDelete
  10. Bayu : lebih berat buat konsep robotika kali ^^
    Trims ya sudah mampir :)

    ReplyDelete
  11. Keanekaragaman putra-putri Indonesia adalah anugerah besar dan amanah dari Tuhan,jadi kita harus emban ini dengan baik... Dan adanya penyandang disabilitas itu tanpa kita sadari mempolakan kehidupan kita ketika memaknai arti 'beruntung' ataupun 'rasa syukur' yang sesungguhnya sehingga kita bisa memaksimalkan sumberdaya yang kita miliki... Maju dan sukses untuk putra-putri Indonesia...

    ReplyDelete
  12. Sutrisno, ini putra jatijajar ya? ^^
    Benar. Anda sangat kenal dengan 'Adik' yang saya maksudkan. Dirinya luar biasa. Kita harus banyak belajar darinya.
    Trims sudah mampir :)

    Sila juga berkunjung di tulisan saya yang lain, masih tentang si Adik dan disabilitas :)

    http://physicakammi2008.blogspot.com/2011/11/cerpen-sepi-yang-tak-lagi-sunyi.html

    ReplyDelete
  13. Dear gemercik : terimakasih masukannya. Benar, kita selayaknya orang normal, harus wajib bersyukur dengan apa yang Tuhan anugrahkan kepada kita.

    Yuk, mari kampanyekan, dukung teman-teman istimewa kita, untuk bisa hidup berdampingan dengan tenang, dengan kita.

    ReplyDelete
  14. Yup...tulisan yang inspiratif. Intinya bahwa tak ada alasan bagi kita untuk tidak mensyukuri apa yang Allah berikan kepada kita. Dan bagaimana kita mengoptimalkan anugerah Allah kepada kita untuk hal-hal yang positif tentunya. Setiap manusia, siapapun dia insyaallah punya potensi. Tugas kita adalah bagaimana mengembangkan potensi yang Allah anugerahkan kepada kita. Selamat berkarya untuk Tri Lego Indah.

    ReplyDelete
  15. aku jadi agak minder..padahal aku berada di sekitar mereka,tp tampaknya ga sepeka mba tri lego.. ;)
    salut buat mba tri lego...

    ReplyDelete
  16. Pak Doni : Iya pak. Mengajarkan kita untuk bersyukur :). Terimakasih pak doni sudah berkunjung ^^

    ReplyDelete
  17. Yuk rame-rame dukung kontes disabilitas di Indonesia biar meriah..disabilitas di Indonesia harus ditingkat, ditingkatkan apanya?? ditingkatkan akan kepedulian dan kasih sayang terhadap para disabilitas...
    Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
    Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
    Informasi Lengkap Online | Curhat Pengalamant

    ReplyDelete
  18. Karang di dasar lautan : bahagianya ya ada di dekat mereka, ayuk mbak/mas campaign disability, apalagi berada dekat langsung dengan mereka. Pasti banyak inspirasi lahir selama kebersamaan dengan mereka. Semangad!

    ReplyDelete
  19. a great post...thanks for share this story...

    ReplyDelete

Tinggalkan jejak setelah berkunjung yaa ...