Wednesday, April 18, 2012

Surat yang kualamatkan untukmu : Bintang Yudhistira Adi Wibowo

Teruntuk :
                Bintang Yudhistira
di :
            Jember

Assalamu’alaikum ... Selamat pagi dek ...

Hari ini, pasti hari yang adek tunggu-tunggu ya. Hm ... 19 April, hari bersejarah untukmu. Juga untuk mamak. Oya, sebelumnya kita belum kenalan ya dek. Kenalkan. Nama kakak, Tri Lego. Kakak mengenal adek dari cerita ibu adek. Ibu adek yang kini  kakak anggap juga jadi ibu kakak. Bedanya kakak memanggilnya mamak. Jadi, secara nggak langsung, kakak ini jadi mbakmu ya dek. Mbak ketemu gede. Hehehe. Eh, kita belum pernah bertemu secara nyata ding. Tapi, kita dipertemukan dalam do’a mamak kita tentunya. Iya kan?

Dek, mbak boleh jujur kan? Namamu ... unik sekali. Bintang Yudhistira Adi Wibowo. Yudhistira-mu itu, jan mirip banget ama tokoh pewayangan. Kalau kata om Donatus, Yudhistira itu bijaksana dan rela berkorban. Dan secara tak langsungpun sepertinya adek, sudah menunjukkan hal itu. Adek sudah mengizinkan ibu adek, untuk berada di negeri nun jauh di sana.  Nggak kebayang, kalau mbak yang ditinggalin ibu berada di negeri sejauh itu. Beneran nggak kebayaaang ...! dan nggak mau ngebayangin! Dan adek, luar biasa sekali ya. Mbak kudu banyak belajar, makna rela berkorban itu darimu, dek Yudhistira.

Dek ... Mbak sangat suka, mendengar cerita-cerita mamak tentangmu. Tentang kekritisanmu, keluguanmu, dan semua celotehmu. Tahukah kau dek, mbak selalu senyam senyum sendiri, setiap mendengar ibumu, mulai menceriterakan dirimu melalui komunikasi via telepon. Hahaha, sungguh. Kau mewarisi kecerdasan ibumu dari segala cerita keluguanmu dan kecerdasanmu di umurmu yang masih belum genap sepuluh tahun.
Oya, biar keliatan akrab, izinkan mbak memanggilmu Bintang ya. Seperti panggilan ibu adek, kepadamu. Boleh ya :)

Bintang, hari ini, adek ulang tahun ya. Pasti adek sangat rindu ibu ya. Mbak nggak bisa bayangin, gimana rasanya merayakan hari lahir tanpa kehadiran ibu di sisi kita. Memeluk dan membisikkan ucapan selamat ulang tahun di telinga kita. Meskipun kita yakin, do’a seorang ibu, selalu ada di setiap akhir shalatnya. Untuk kita, anak-anaknya. 

Happy milad yang ke 9 th, dek Bintang ^_^

Bintang, meskipun kita belum pernah bertemu. Izinkan mbak juga ikut berbahagia dengan hari kelahiranmu ya. Karena bagaimanapun, kini Bintang adalah juga adek lanang mbak. Selamat hari lahir, adek Bintang. Mbak do’akan semoga adek semakin pinter, makin rajin ngajinya biar tambah jadi anak soleh, makin kritis, makin sayang ibu bapak, dan makin disayang Allah. Buat ibu dan bapak, makin bangga denganmu ya adek Bintang sayang. Salam  sayang dari mbakmu. Di tanah Lampung.

Wassalamu'alaikum
Balam, 19/04/2012
1:46 am

Tuesday, April 17, 2012

Tentang Rasa

Nyaman. Semua orang ingin berada dalam kondisi itu. Kondisi nyaman. Begitu juga aku.  Jujur, siang ini aku menangis. Selera makanku jadi hilang. Padahal hari ini, aku mulai bersemangat untuk kembali menyuapkan nasi ke mulutku.  Setelah sekian lama, tak kulirik makanan berkabohidrat bernama nasi itu.

 Huft. Entahlah.  Atau mungkin aku yang sedang mellow dj, sehingga bisa seperti ini. Duh, dek. Bisakah kau sadar. Sesungguhnya, sejak satu tahun lalu. Aku sangat berharap kau bisa berubah. Lupakah engkau dengan teguranku via sms di tahun lalu? Ayolah dek. Kamu sebenarnya bisa berubah. Lekaslah sadar, bahwa orang-orang di sekelilingmu, sungguh semua menyayangimu. Turunkan sikap tinggi hatimu itu. Agar siapapun yang di dekatmu pun ikut nyaman. Termasuk aku. Jika aku masih kau anggap menjadi kakakmu.


17/04/2012 15:26

Sunday, April 8, 2012

Pengumuman Pemenang Project Milad 17 Tahun Pernikahan

Bismillahirrohmanirrohim ....
Alhamdulillah, akhirnya event Project 17 Tahun pernikahan telah sampai pada penentuan kontributor. Sungguh bukan perkara mudah untuk menentukan 17 cerpen dan 19 puisi terpilih. Layaknya kompetisi, pastilah ada yang terbaik dari yang baik-baik :). Naskah-naskah yang terpilih ini, adalah naskah pilihan yang mengikuti apa yang disyaratkan oleh panitia serta menyajikan ide cerita yang fresh.
Dan berikut adalah *naskah-naskah yang akan dibukukan :
*Urutan berdasarkan alfabetis, bukan nilai :)


CERPEN


  1. 1.      Arista Devi- Diari Setia
    2.      Bayu Rhamadani W- Merangkai Puzzle Cinta
    3.      Eko Hartono- Sekar
    4.      El Eyra- Dara
    5.      El Mukarrima- Gado-Gado Bakri
    6.      Endang Ssn- Mencintai Cinta (Keangkuhanku)
    7.      Fransiska S. Manginsela- Hatiku Hanya Satu
    8.      Ghina Shafirah- Abi ...Ummi Rindu ...
    9.      Ghiyats Ramadhan- Pudarnya Aura Citra
    10.  Ir-One Sandza- Dekade Penantian
    11.  Iruka Danishwara Widodo- Cinta Tanpa Mawar
    12.  Miftahuljannah Monoarfa- Pelangi Putih Untuk Abi
    13.  Niken Larasati- Romansa Telaga Senja
    14.  Niken Suyanti- Sepiring Dua Sendok
    15.  Nurjannah Jaimbum- Cinta Sampai Mati
    16.  Sakura Hinata- Lelaki Monogami
    17.  Yati Rachmat- Kamboja  Tiga  Warna


    PUISI

    1.      Ali Sakit Wirasatriaji- Atas Nama Cinta
    2.      Arista Devi- Rembulan Cinta di Pucuk Akasia
    3.      Ayuni Adesty- Tujuh Belas Tahun
    4.      Bintang Murray Kirana- Surat untuk Bunda
    5.      Eko Hartono- Balada Bocah Gelandangan
    6.      Elis Widyo Palupi- Satu Pijak Satu Hati
    7.      Fransiska S. Manginsela- Lelakiku
    8.      Gusti Ronia- Aku dan Sembilu
    9.      Ir-one Sandza- Mengeja Angka
    10.  Kurnia Hidayati- Jumlah Penantian
    11.  Manusia Perahu- Kitab Mempelai Bermahar Doa
    12.  Muhammad Asqalani- dialogdialog Hawa dan Kania pada Kekasih yang sama
    13.  Muhammad el-Rijal.- Cinta Seteguk Berkah
    14.  Niken Larasati- Kekasih Jauh di Tanah Seberang
    15.  Nyi Penengah Dewanti- Rindu Berduyun-duyun
    16.  Oksa Puko Yuza- Mencintaimu adalah Surga
    17.  Rurin Kurniati- Senja Jatuh di Atas Kertas
    18.  Shinja Tsaqib- Kau adalah Bagian yang Abadi
    19.  Zuifa Sanashalaufa- Memilikimu Tanpa Batas dan Usia


    Dan inilah pemenang-pemenangnya :)

    Cerpen 



           I.            Juara 1,2, 3 masing-masing akan mendapatkan Piala + Al Qur’an saku+ 1 eksemplar buku tanda terbit. Juara harapan 1 dan harapan 2, masing-masing mendapatkan 1 buku tanda terbit. Dan jawaranya adalaah :
    Juara I                             : Ir-One Sandza- Dekade Penantian
    Juara 2                            : Eko Hartono- Sekar
    Juara 3                           : El Eyra- Dara
    Juara harapan I             : Arista Devi- Diari Setia
    Juara Harapan 2            : Niken Larasati- Romansa Telaga Senja

        II.            Lima naskah terfavorit yang akan mendapatkan pulsa 25 ribu, yaitu :
    1.      El Eyra- Dara
    2.      Niken Larasati- Romansa Telaga Senja
    3.      Niken Suyanti- Sepiring Dua Sendok
    4.      Nurjannah Jaimbum- Cinta Sampai Mati
    5.      Miftahuljannah Monoarfa- Pelangi Putih Untuk Abi


    Puisi 



           I.            Juara 1,2, 3 masing-masing akan mendapatkan Piala + Al Qur’an saku+ 1 eksemplar buku tanda terbit. Juara harapan 1 dan harapan 2, masing-masing mendapatkan 1 buku tanda terbit. Dan jawaranya adalaah :

    Juara I : Manusia Perahu- Kitab Mempelai Bermahar Doa
    Juara 2: Arista Devi- Rembulan Cinta di Pucuk Akasia
    Juara 3 : Kurnia Hidayati- Jumlah Penantian

    Juara Harapan I : Fransiska S. Manginsela- Lelakiku
    Juara Harapan 2 : Muhammad el-Rijal- Cinta Seteguk Berkah

        II.            Lima naskah terfavorit yang akan mendapatkan pulsa 25 ribu, yaitu :
    1.      Eko Hartono- Balada Bocah Gelandangan
    2.      Elis Widyo Palupi- Satu Pijak Satu Hati
    3.      Kurnia Hidayati- Jumlah Penantian
    4.      Oksa Puko Yuza- Mencintaimu adalah Surga
    5.      Rurin Kurniati- Senja Jatuh di Atas Kertas
 
Selamat kepada semuanya .... dan terimakasih atas partisipasi seluruh peserta event project 17 tahun milad pernikahan.  Bagi yang naskahnya belum terpilih dibukukan di sini, hak naskah kami kembalikan kepada pemiliknya. Dan bagi nama-nama yang tersebut di atas, untuk juara 1,2,3, harapan I dan harapan 2, baik cerpen maupun puisi, silakan menginbox alamat lengkap dan nomor hp ke fb Tri Lego Indah (Tri Lego Indah Dua). (alamat dan nomor hape indonesia :D), untuk 5 naskah terfavorit, silakan mengirim nomor hape ke fb Tri Lego Indah Full. 

Pengiriman hadiah untuk seluruh pemenang, bersamaan dengan launching (online) buku terbit. Insyaallah akan dilaunching pada saat milad pernikahan yang ketujuhbelas, yaitu pada 19 Mei 2012. 


Kami segenap crew project milad pernikahan menyampaikan rasa bahagia, karena agenda jelang milad pernikahan bunda sisi rahim kami berjalan dengan lancar. Semoga hingga proses penyusunan buku sampai terbit juga berjalan dengan lancar. Semoga niatan sederhana bunda sisi rahim kami menyelenggarakan event ini mendapat Ridho dan keberkahan dari Allah SWT dan kelak, naskah para sahabat di buku ini bisa memiliki kemanfaatan bagi para pembacanya ...
Aaamiin ...



Salam Sayang dan Setia

crew project milad 17 tahun pernikahan :)
















cc: Bunda dan Abi   :)






Friday, April 6, 2012

JumCen "Mengemas Tragedi Menjadi Komedi" By Haris Firmansyah


JUM'AT CENDOL 06/04/2012 : MENGEMAS TRAGEDI MENJADI KOMEDI


Mengemas Tragedi Menjadi Komedi

Di dunia ini ada dua macam kejadian: tragedi dan komedi. Tragedi adalah kejadian yang bisa membuat kita menangis, terenyuh dan bersedih. Sementara komedi sebaliknya, membuat kita tertawa, terpingkal atau sekedar mengulum senyum. Seiring berjalannya waktu, keduanya bisa bertukar: tragedi bisa jadi komedi dan komedi bisa jadi tragedi.

Di sini saya akan berbagi contoh yang pertama, yakni mengemas tragedi menjadi komedi. Lebih spesifiknya, menulis tragedi menjadi cerita komedi. Lebih spesifiknya lagi, menulis tragedi patah hati menjadi cerita komedi yang bikin orang lain tertawa.

How to write it? 


Monday, April 2, 2012

Tentang Essai


Kata “essay” berasal dari bahasa Prancis, essai, artinya mencoba atau berusaha (a try or attempt). Esai adalah sebuah upaya mengkomunikasikan informasi, opini, atau perasaan, dan biasanya menyajikan argumen tentang sebuah topik  infoplease.com). Definisinya, esai adalah tulisan pendek yang biasanya berisi pandangan penulis tentang subjek tertentu.

Esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan “saya” dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.

Tipe-tipe Esai

Ada enam tipe esai, yaitu :
1. Esai deskriptif. Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.

2. Esai tajuk. Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.

3. Esai cukilan watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Disini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.

4. Esai pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan “Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup”. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.

5. Esai reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.

6. Esai kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusasteraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

Ciri-ciri Esai
  1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figuratif.
  2. Menggunakan bahasa yang sangat pribadi atau personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.
  3. Cenderung sederhana, padat dan focus pada masalah. artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
  4. Penulis bersifat meyakinkan pembaca untuk menerima pendapat penulis.


Lakukan kegiatan ini !
  1. bacalah esai “Budaya Ketupat” !
  2. temukan pokok pikiran esai
  3. selanjutnya, catatlah pokok pikirannya!
  4. sampaikan ide atau pendapat penulis esai!
  5. ungkapkan penggunaan bahasa dalam esai!
  6. kemudian, simpulkan isi esai!




ESAI: Budaya Ketupat
Saifur Rohman
Peneliti Filsafat; Bekerja dan Menetap di Semarang

Fenomena kebudayaan Indonesia mendapati kekhasan dalam ketupat. Karena ketupat, ritual keagamaan tidak lagi persoalan hukum agama, tetapi telah merasuk pada kebiasaan, pranata sosial, hingga instrumen komunikasi virtual maupun aktual.

Seorang sarjana bidang kajian budaya tidak dapat dikatakan paham secara emik latar masyarakat Indonesia jika tidak mampu membelah makna ketupat. Persoalan yang dihadapi para ahli, seberapa jauh makna ketupat relevan dalam pembentukan kebudayaan Indonesia modern?

Selama ini, kita baru tahu dari kajian antropologi struktural Claude Levi-Strauss tentang hubungan makanan dan kebudayaan. Buku Myth and Meaning (1978) mampu menjelaskan hasil-hasil kajiannya tentang kode-kode kebudayaan melalui makanan tertentu yang dipilih sebuah suku. Raymond Thallis (1996) meneliti hubungan antara makanan, pembentukan kosakata, dan identitas kebudayaan.

Sebagai contoh, dibandingkan dengan Barat yang minim, kekayaan kosakata untuk buah kelapa kecil sampai tua menunjukkan, kebudayaan Indonesia amat terkait dengan lingkungan pantai tempat pohon kelapa tumbuh.

Fase kehidupan

Berdasar perspektif itu, tidak sulit dipahami adanya menu makanan yang berbeda untuk mengenang aneka peristiwa penting dalam hidup manusia. Kelahiran bayi ditandai menu makanan dari dedaunan hijau dan biji-bijian. Bayi itu tumbuh dan saat menyelesaikan hal-hal penting dalam fase kehidupan, acara selamatan akan digelar dengan menu makanan yang berasal dari pasar. Masyarakat kebanyakan menyebut jajan pasar.
Saat dewasa, seorang individu menyatakan lamaran dengan bahan makanan yang penuh simbol. Tebu, hasil palawija, kelapa, dan makanan pokok ditata di ruang tamu. Manakala saatnya tiba sebuah keluarga kecil sudah mampu membuat rumah, maka topping off ditandai makanan simbolik yang diletakkan di ketinggian. Padi dan ketela untuk kemakmuran, kelapa untuk kekuatan, bubur merah dan putih untuk keseimbangan, dan bendera Merah-Putih sebagai identitas kebangsaan. Akhirnya kematian ditandai dengan nasi tumpeng dibelah dua.

Semiotika ketupat

Konfirmasi atas fakta-fakta itu hendak membuktikan betapa eksistensi makanan ketupat dalam kultur masyarakat Indonesia tidak dapat diabaikan. Bila kita meminjam perangkat metode semiologi Charles Sanders Peirce, proses produksi pemaknaan ketupat dapat dilihat sebagai ikon, lambang, dan simbol. Ikon adalah penunjuk langsung; lambang adalah proses pengangkatan ikon ke dalam norma-norma keseharian; simbol adalah lapis pemaknaan reflektif atas lambang yang terkait struktur kebudayaan.
Sebagai ikon, ketupat dideskripsikan sebagai makanan berbahan beras yang dibungkus daun muda pohon kelapa atau janur. Tidak setiap orang mampu membuat anyaman janur sebagai wadah beras. Ikonografis ketupat lalu dimunculkan sebagai romantisme menyambut Lebaran.

Sebagai lambang, ketupat memberi arti penting dalam proses perayaan. Sebagai bukti, sebagian masyarakat pesisir Jawa membagi perayaan Lebaran menjadi dua, Idul Fitri dan Lebaran Ketupat. Idul Fitri jatuh 1 Syawal, sedangkan Lebaran Ketupat adalah satu minggu setelahnya (7 Syawal). Ketupat tidak ada dalam Idul Fitri karena hanya hadir dalam Lebaran Ketupat.

Sebagai simbol, secara historis ketupat lahir dari sebuah pergulatan kebudayaan pesisiran. Sumber dari Malay Annal (1912) oleh HJ de Graaf menyebutkan, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Fatah pada awal abad ke-15.

Bungkus ketupat dipilih dari janur. Mengapa janur? De Graaf menduga-duga secara antropologis bahwa hal itu berfungsi sebagai identitas budaya pesisiran karena pohon kelapa kebanyakan tumbuh di dataran rendah. Selain itu, warna kuning memberi arti khas untuk membedakan dari warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

Saling kunjung

Kebiasaan berkunjung dan bersalaman bisa dijelaskan melalui etimologi kata ketupat, yakni kupat (Jw) (Sumber: Slamet Mulyono Kamus Basa Jawa, 2008: 199). Para frase kupat adalah ngaku lepat, mengaku bersalah. Kata itu menuntut kita menghilangkan rasa benci, tersinggung, dan introspeksi diri agar bisa saling memaafkan. Ketupat membimbing manusia pada fase pemahaman paling ultim tentang hakikat manusia.
Kini, budaya ketupat tidak bisa tergantikan. Memang ada gambar ketupat di kartu pos, e-mail, SMS, MMS, dan aneka jejaring sosial. Namun, karena makan ketupat itu tidak bisa secara virtual, ketupat mengundang kita untuk hadir, bertatap muka, saling bercerita. Kita disadarkan, betapa kehidupan sehari-hari menjauhkan kita dari keluarga, kerabat, dan sahabat. Kita menjadi makhluk asing yang terlempar dari budaya ketupat.

Ada pula ketupat sayur di Jakarta. Namun, meski kita bisa makan kapan saja, sebetulnya menu itu ingin menghadirkan budaya ketupat dalam kehidupan sehari-hari, bukan setahun sekali. (Kompas, 19 September2009)



Sunday, March 18, 2012

Laporan Pandangan Mata : Semarak Muswil ke IV FLP Wilayah Lampung



 Ahad, 18 Maret 2012 bertempat di gedung C4 FKIP Unila rangkaian kegiatan Semarak Muswil ke IV Forum Lingkar Pena Wilayah Lampung digelar. Tepat pukul 09:00 wib, agenda pembukaan dimulai. Setelah agenda pembukaan usai ditunaikan, acara berlanjut ke stadium general dengan tema “Menciptakan Sense Belonging Terhadap FLP” yang disampaikan oleh mas Koko Nata sebagai pemateri perwakilan dari FLP Pusat. Dalam stadium general tersebut mas Koko menerangkan teori kebutuhan (Teori Humanistik) yang dicetuskan oleh Maslow. Teori kebutuhan ini kemudian dijelaskan relevansinya dengan kebutuhan seseorang untuk tertarik dan bergabung di FLP. Ada lima piramida Hierarki yang menjelaskan mengenai teori kebutuhan ini. Lima hierarki ini yaitu Kebutuhan dasar (Basic Need), kebutuhan perlindungan (Safety Need), rasa kepemilikan ( Sense of Belonging), penghargaan (reward), dan aktualisasi diri (self actualisation).  

Agenda stadium general diakhiri dengan tanya jawab oleh narasumber  yaitu mas Koko Nata dengan para FLPers. Pukul 11:05 wib, agenda stadium general telah berakhir dan dilanjutkan dengan agenda on the spot writing. Dalam on the spot writing yang dipandu oleh mas Koko Nata, seluruh FLPers yang hadir disajikan video berdurasi singkat.  Seluruh FLPers menyimak dengan ta’dzim setiap slide yang dimunculkan. Setelah usai menyimak, FLPers diberikan waktu selama 30 menit untuk menterjemahkan isi video yang ditonton tadi ke dalam tulisan. Pukul 12:35 wib seluruh FLPers sudah tidak diperkenankan lagi untuk menulis. :)
 
Dua agenda telah tertunai. Setelah on the spot writing usai, agenda dilanjutkan dengan pembacaan dan pembahasan tatib oleh pemimpin sidang sementara yaitu Muhammad Rudi yang ditunjuk oleh panitia muswil. Pembahasan hanya berlangsung singkat sekitar 15 menit. Selanjutnya dilakukan pemilihan ketua sidang musyawarah tetap beserta sekretarisnya oleh forum musyawarah. Terpilihlah  Eko sebagai ketua sidang tetap dan Tri Lego Indah sebagai sekretarisnya. Karena waktu menjelang dhuhur maka agenda dipending 2x15 menit untuk pelaksanaan ISHOMA. 

Pukul 13:00 wib, pending telah dicabut dan sidang dibuka kembali. Agenda sidang dilanjutkan dengan pembacaan ADART, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban oleh jajaran presidium dan pengurus FLP Wilayah Lampung masa bakti 2009-2011.  Berbagai tanggapan, evaluasi dan rekomendasi diberikan oleh para peserta sidang kepada seluruh jajaran pengurus. Hingga saat penilaian dengan asas musyawarah bersama, peserta sidang memutuskan untuk memberikan penilaian bahwa LPJ diterima dengan bersyarat. Para jajaran pengurus berkewajiban untuk memperbaiki laporan pertanggung jawaban dengan batas waktu satu bulan dari pelaksanaan muswil hari ini. Agenda LPJ usai dan dilanjutkan ke agenda selanjutnya yaitu pemilihan ketua FLP Wilayah Lampung masa bakti 2012-2014. Dengan mengacu pada ADART pasal 52 mengenai syarat-syarat Ketua FLP Wilayah dan pasal 12 ayat ke 3 point ke b tentang jenjang keanggotaan Madya, maka keputusan musyawarah menawarkan 3 bakal calon yang diajukan sebagai calon ketua FLP Wilayah Lampung masa bakti 2012-2014. Tertulislah nama Sri Rahayu (Naqiyah Syam), Lilih Muflihah dan Tri Sujarwo. 

Pemilihan dan penentuan ketua terpilihpun masih dilakukan dengan mekanisme musyawarah dan mufakat. Para peserta sidang berembug dan mengutarakan pandangannya terhadap ke tiga bakal calon yang ada. Sementara ketiga kandidat calon ketua pun juga melaksanakan musyawarah tersendiri. Dari hasil keputusan dan mufakat bersama, baik keputusan yang diambil oleh ketiga bakal calon dengan pertimbangan dan evaluasi yang sangat matang dari ketiga bakal calon, maka dari pihak calon-calon ketua ini menyepakati untuk menunjuk mbak Sri Rahayu sebagai ketua FLP Wilayah Lampung. Gayung bersambut, keputusan para bakal calon inipun sudah senada dengan keputusan musyawarah para peserta sidang. Tepat pukul 16:16 wib, lahirlah Surat Keputusan pemberhentian Lilih Muflihah selaku Pjs. FLP Wilayah Lampung masa bakti 2011 dan pukul 16:20 terbitlah SK Pengangkatan Naqiyyah Syam sebagai Ketua FLP Wilayah Lampung Terpilih masa bakti 2012-2014 dengan ditandatangani oleh presidium musyawarah. Setelah SK pengangkatan ketua FLP Wilayah Lampung terpilih, maka mbak Naqiyyah Syam menyampaikan Orasi Singkat selama kurang lebih sepuluh menit. 

Agenda musyawarah telah usai maka dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah 3 peserta terbaik dalam on the spot writing oleh mas Koko Nata. Terpilihlah Silvana Maya Pratiwi, Tri Lego Indah dan Muhammad Rudi sebagai pemenang utama yang mendapatkan masing-masing 4 eksemplar buku dari nourabooks. Dan terpilih 3 pemenang selanjutnya yaitu mbak Lilih Muflihah, Thera Febrika dan (satunya lupa :D) yang masing-masing mendapatkan 1 eksemplar buku masih persembahan dari nourabooks. 


Usai pengumuman pemenang, tibalah pada agenda yang paling membuat peserta sidang penasaran. Tentu saja karena ini adalah kali pertama pelaksanaan book swap di FLP Lampung. Hasil dari adopsi book swap di milad FLP pada 26 Februari 2012 lalu di aula apung UI lalu, maka, agenda tukar kado yang biasanya dilakukan oleh FLP Lampung bertransformasi menjadi tukar buku. Agenda menjadi sangat seru dan benar-benar melelahkan. Tri Lego sebagai moderator book swap yang juga peserta book swap, tak dapat memperoleh buku yang diincarnya. Dan bahkan tak mendapat satu bukupun dari bookswap :( duuuh, kasian :D

Setelah bookswap agenda ditutup dengan do’a oleh pak Agus dan dilanjutkan dengan foto bersama. Pukul 17:00 seluruh agenda telah usai tertunai. 

Terima kasih untuk kehadiran segenap FLPers baik jajaran anggota, pengurus wilayah, perwakilan FLP Cabang, Balai Buku, perwakilan FLP Pusat terkhusus mas Koko Nata dan Nourabooks atas sumbangan buku-buku untuk doorprisenya :). Barokallahu mbak Naqiyyah Syam yang terpilih mengemban amanah FLP Wilayah Lampung untuk periode dua tahun ke depan. Semoga dengan dinahkodai beliau, FLP Wilayah Lampung bisa terus mengepakkan sayapnya untuk selalu berkarya, berbakti dan berarti. Memberikan pencerahan melalui tulisan. (Tri Lego)